Sampah Menggunung di Pasar Sehat Cileunyi, Sekda Jabar Diminta Sidak

Yayan Sofyan
Tumpukan sampah yang kian menggunung di Pasar Sehat Cileunyi lama dibiarkan begitu saja.
CILEUNYI, KejakimpolNews.com - Menumpuk dan menggunungnya sampah di sejumlah titik di Pasar Sehat Cileunyi (PSC), Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, banyak pihak meminta Sekda Jabar, Herman Suryatman melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Sidak oleh Sekda Jabar ini, sekaligus turun langsung untuk memimpin pembersihan sampah di Pasar Sehat Cileunyi seperti yang telah dilakukan di Pasar Baleendah dimana gunungan sampah dalam 3 hari bersih.
"Ya, warga minta agar Sekda Jabar sidak ke PSC dan memimpin pembersihan sampah seperti dilakukan di Pasar Baleendah," kata Soleh (46), seorang pedagang PSC dan Dadang (50), warga Desa Cileunyi Wetan, Selasa (5/5/2025).
Sebelumnya, Sekda Jabar, Herman Suryatman sidak dan turun langsung memimpin pembersihan gunungan sampah di Pasar Baleendah setelah diberitakan dan viral di media sosial.
Ratusan ton sampah yang ditarik belasan truk tronton dari DLH Kabupaten Bandung dan Provinsi Jabar dibuang ke TPAS Sarimukti padahal kuota ritase sampah dari Kabupaten Bandung sudah habis.
Hal yang sama terlihat di Pasar Sehat Cileunyi dimana gunungan sampah di sejumlah titik berdasarkan pantauan telah mengeluarkan bau menyengat, dipenuhi lalat dan menyumbat saluran air.
"Parah nih, kami berdagang di kios dikepung gunungan sampah dan baunya menyengat. Kalau tak jualan bagaimana anak istri kan harus makan. Untuk menanganinya harus turun tangan Sekda Jabar seperti dilakukan di Pasar Baleendah," tutur seorang pedagang.
Arman, pengelola Pasar Sehat Cileunyi dari PT Biladi Karya Abadi membenarkan ada gunungan sampah di sejumlah titik di Pasar Sehat Cileunyi.
"Terakhir diangkut oleh DLH Kabupaten Bandung awal April lalu tapi tidak seluruhnya. Tertundanya penarikan sampah di Pasar Sehat Cileunyi karena kuota ritase ke TPAS Sarimukti habis," kata Arman.
Sementara itu, Kepala UPTD Kebersihan wilayah 5 Arif membenarkan tumpukan sampah di Pasar Sehat Cileunyi belum ditarik karena terkendala terbatasnya kuota ritase ke TPA Sarimukti.
"Baru Senin (4/5/2026) kemarin ada tambahan lagi kuota ritase. Berharap sampah di Pasar Sehat Cileunyi segera bisa ditarik," kata Arif.
Sebelumnya Arif mengatakan, tumpukan dan gunungan sampah bukan hanya di wilayah 5, namun nyaris menyeluruh di wilayah Kabupaten Bandung, termasuk di garasi DLH Jalan Citaliktik Soreang yang belum sempat di tarik.
“Kendala utama tertundanya penarikan sampah karena terkait terbatasnya kuota ritase ke TPA Sarimukti,” ungkap Arif.
Saat ini, kata Arif, kuota ritase sampah dari Kabupaten Bandung ke TPAS Sarimukti hanya 280 ton sampah per hari, sementara normalnya harus 1.000 ton sampah per hari.
Diberitakan, ternyata, sampah kian menumpuk dan menggunung di sejumlah titik di 7 desa Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (15/4/2026).
Berdasarkan pantauan, tumpukan dan gunungan sampah ini terlihat di sejumlah titik, di antaranya di Pasar Sehat Cileunyi, di sekitar kolong jembatan Tol Cisumdawu, di pinggir jalan protokol, jalan kabupaten, jalan desa, jalan depan stasiun kereta cepat Whoosh Tegalluar Desa Cibiru Hilir hingga di komplek-komplek perumahan.
Kondisi tumpukan dan gunungan sampah ini jelas lingkungan sekitarnya kian kotor ditambah guyuràn hujan, sampah mengeluarkan bau menyengat.
Di sejumlah komplek perumahan pun, sampah rumah tangga ini terlihat penuh di tong sampah dan dapan rumah tersimpan di karung plastik, termasuk menggantung di pagar-pagar rumah.
Melihat sampah yang 1 bulan, 2 bulan, dua pekan dan 3 pekan belum diangkut, banyak warga melontarkan kekesalannya dan sumpah sarapah. Pasalnya, mereka tak pernah telat sebulan sekali membayar retribusi sampah ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung.
“Kumaha Ieu Tumpukan Jeung Gunungan Runtah di Cileunyi Iraha Rek Dirarik?, Warga pan teu pernah telat mayar retribusi sampah,”tutur Solihin (45) warga Desa Persiapan Pandawangi, Rabu (15/4/2026).**
Editor: Yayan Sofyan