Bupati Kuningan Lantik Pejabat Eselon II di Pos Pendakian Gunung Ciremai

Foto: Whyr
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, melantik pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.
KUNINGAN, KejakimpolNews.com — Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, melantik pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Pelantikan dilakukan di kawasan wisata alam Pos Pendakian Cadas Poleng, Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan Rabu (29/4/2026).
Pejabat yang dilantik yakni Tatiek Ratna Mustika, S.Sos., M.T. sebagai Kepala Dinas Sosial, Aries Susandi, S.T., M.Si. sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Rangga Apriatna, S.STP., M.AP. sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, H. Apip Ropi’i, Ners., S.Sos., S.KM., M.M.Kes. sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Selain empat pejabat eselon II juga pengangkatan pejabat administrator dan pengawas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berdasarkan keputusan Kementerian Dalam Negeri, yakni Didi Ahyana, S.Sos. sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Agha Adhinugraha, S.Sos., M.Si. sebagai Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, Denni Abdurahim, S.E. sebagai Kepala Subbagian Keuangan.
Bupati Dian dalam pesannya menyampaikan, bahwa jabatan bukanlah bentuk penghargaan, melainkan amanah yang menuntut kerja keras dan kesungguhan.
Ia sengaja memilih Cadas Poleng sebagai lokasi pelantikan, sebagai simbol titik awal pendakian menuju puncak Gunung Ciremai. Filosofi ini, menurutnya, menggambarkan perjalanan para pejabat yang baru dilantik—bahwa tantangan ke depan akan semakin terjal dan kompleks.
“Semakin tinggi posisi, semakin besar tantangan. Terpaan akan semakin kuat. Maka ketika kita merasa goyah, jangan berpegang pada jabatan, tetapi berpeganglah pada aturan,” ujarnya.
Lebih jauh, bupati menegaskan birokrasi saat ini dituntut bergerak cepat, adaptif, dan mampu menghadirkant solusi nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan tidak lagi sebatas program dan aturan, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya.
Ia mendorong seluruh pejabat menghadirkan inovasi dan terobosan, meninggalkan pola kerja lama yang stagnan, serta berani mengambil langkah baru yang berdampak positif.
Selanjutnya Bupati Dian menegaskan, kinerja para pejabat akan dievaluasi secara berkala dengan indikator yang terukur. Disiplin, konsistensi, dan capaian nyata menjadi tolok ukur utama dalam menjalankan amanah jabatan.
Bupati menekankan, pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya didengar melalui kata-kata, tetapi diteladani melalui sikap dan tindakan.
Ia mengajak pejabat yang dilantik untuk bekerja dengan hati yang bersih, pikiran terbuka, serta semangat pengabdian yang tinggi.
“Jejak seorang pejabat tidak ditentukan oleh jabatannya, tetapi oleh karya dan manfaat yang ditinggalkan. Pengabdian itulah yang akan dikenang oleh masyarakat,” pungkas Bupati Kuningan.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman