Perjanjian Dagang Indonesia–Amerika: Kerja Sama Setara atau Awal Ketergantungan Baru?

  • Gaiskha
  • Minggu, 22 Februari 2026 | 21:01 WIB
foto

Sonni Hadi

Ketua DPP GMNI Bidang Hubungan Internasional Cristian Viery Pagliuca

BANDUNG, KejakimpolNews.com - Penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade antara Indonesia dan Amerika Serikat pada 19 Februari 2026 memantik perdebatan serius.

Di atas kertas, perjanjian ini tampak sebagai langkah rasional: Indonesia menurunkan tarif sejumlah barang asal AS, sementara AS menurunkan tarif produk Indonesia menjadi 19 persen dari ancaman sebelumnya 32 persen. Sebuah kompromi dagang yang terlihat saling menguntungkan.

Namun, menurut Ketua DPP GMNI Bidang Hubungan Internasional Cristian Viery Pagliuca, substansi dokumen setebal 45 halaman itu jauh melampaui sekadar penyelarasan tarif. Ia menilai, ada konsekuensi strategis yang berpotensi menyentuh kedaulatan ekonomi hingga arah politik luar negeri Indonesia.

Selama lebih dari 70 tahun, Indonesia dikenal memegang prinsip politik luar negeri bebas aktif dan menjadi bagian penting dari Gerakan Non-Blok. Kritik yang muncul mempertanyakan: apakah satu dokumen dagang dapat membatasi ruang gerak tersebut?

Dalam Bagian 5 Pasal 5.1–5.3, Indonesia disebut wajib bekerja sama dengan entity list dan sanctions list AS. Bahkan terdapat komitmen untuk mengadopsi langkah dengan “equivalent restrictive effect” ketika AS memberlakukan pembatasan perdagangan terhadap negara ketiga.

Secara sederhana, ini dipahami sebagian kalangan sebagai kewajiban untuk mengikuti arah kebijakan dagang AS terhadap negara yang dikenai sanksi.

Isu lain muncul dalam Bagian 6 Pasal 6.1 terkait investasi. Indonesia disebut harus mengizinkan dan memfasilitasi eksplorasi, penambangan, ekstraksi, pemurnian, pemrosesan, distribusi hingga ekspor mineral dan sumber daya energi oleh pihak AS.

Kritik menilai klausul ini berpotensi menggerus kontrol nasional atas sumber daya alam strategis.

Namun, bagian yang dinilai paling berdampak langsung bagi masyarakat luas adalah Lampiran IV mengenai komitmen pembelian. Indonesia disebut berkomitmen memfasilitasi pembelian barang dan jasa AS senilai 33 miliar dolar AS: 15 miliar dolar untuk industri, 13,5 miliar dolar untuk aviasi termasuk pembelian 50 unit pesawat Boeing, serta 4,5 miliar dolar untuk sektor pertanian.

Dalam sektor pertanian, rinciannya mencakup pembelian tahunan selama lima tahun berupa 163.000 metrik ton kapas, 3,5 juta metrik ton kedelai, 3,8 juta metrik ton tepung kedelai, dan 2 juta metrik ton gandum asal AS. Belum termasuk komitmen pembelian daging sapi dan buah-buahan seperti jeruk, apel, dan anggur.

Kritik pun menguat: bagaimana nasib petani dan peternak domestik jika negara memberikan perlakuan khusus terhadap produk impor? Bagaimana posisi kedaulatan pangan nasional ketika komitmen pembelian dilakukan dalam jumlah besar dan bersifat jangka menengah?

Pertanyaan-pertanyaan ini bukan sekadar retorika ekonomi. Ia menyentuh fondasi ketahanan nasional: kemandirian pangan, keberlanjutan UMKM agrikultur, hingga stabilitas sosial di daerah penghasil komoditas. Jika tidak dikelola hati-hati, dampaknya bisa terasa di tingkat akar rumput.

Cristian Viery Pagliuca menegaskan, perjanjian ini memuat keputusan yang jauh melampaui urusan dagang dan dinilai minim diskusi publik yang memadai. Ia bahkan menyebutnya sebagai bentuk “neo-kolonialisme ekonomi” yang membuka ruang eksploitasi oleh kekuatan asing.

Tentu, di sisi lain pemerintah dapat berargumen bahwa perjanjian ini membuka akses pasar lebih luas bagi produk Indonesia dan memperkuat hubungan strategis bilateral. Namun yang menjadi sorotan adalah transparansi, akuntabilitas, serta perlindungan kepentingan nasional dalam jangka panjang.

Apakah ini kerja sama setara yang saling menguntungkan, atau awal ketergantungan baru? Jawabannya akan sangat ditentukan oleh bagaimana pemerintah mengawal implementasi perjanjian tersebut dan memastikan 280 juta rakyat Indonesia benar-benar menjadi subjek, bukan sekadar objek, dalam arsitektur perdagangan global.**

Editor: Sonni Hadi

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Farhan: Stok Beras dan Minyak di Bandung Dijamin Aman
Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Nonsubsidi per 18 April 2026, Ini Rinciannya
Program Bernas di Kuningan Jangkau 20 Ribu Hektare dari Total 36 Ribu Hektare Sawah
Siasati Harga Plastik Melonjak, Gunakan Kantong Ramah Lingkungan Dari Rumah
Harga LPG Nonsubsidi Naik, 12 Kg Jadi Rp228 Ribu Per Tabung, LPG 5,5 Kg Rp107 Ribu Per Tabung

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Pengamatan Perkembangan Konsumsi Konten Digital yang Menunjukkan Lonjakan Signifikan
Perubahan Pola Online Muncul Seiring Habanero Semakin Sering Terlihat
Struktur Analisis Alur Permainan Mahjong Ways Kasino Online melalui Momentum Sesi dan Aktivitas Gameplay
Elaborasi Sebaran Winrate Dinamis Mahjong Ways Terkait Pola Bermain dan Pergerakan Modal
Eksplorasi Mekanisme RTP Adaptif Mahjong Ways dalam Membentuk Pola Bermain Berdasarkan Jam dan Distribusi Modal
Interaksi Pengguna Mulai Berubah Ketika Mahjong Ways 2 Tampil Lebih Konsisten
Starlight Princess Hadirkan Bonus Bintang Premium dengan Peluang Hadiah Maksimal
Super Scatter Tawarkan Bonus Tambahan melalui Sistem yang Lebih Cepat
Pendalaman Pola Ritme Sesi Mahjong Ways Kasino Online terkait Spin dan Dinamika Permainan
Eksplorasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online dalam Observasi Premium dan Variasi Gameplay
Mahjong Ways Menyajikan Bonus Kombinasi Baru dengan Nilai yang Lebih Tinggi
Studi Pertumbuhan Platform Interaktif dalam Menunjang Hiburan Modern
Kajian Terkini tentang Perubahan Hiburan Digital di Era Mobile First
Eksplorasi Pola Ritme Permainan Mahjong Ways Kasino Online dalam Fase Akhir dan Variasi Gameplay
Interpretasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online melalui Observasi Simbol Premium dan Dinamika Gameplay
Analisis Ritme Tumble Mahjong Ways Kasino Online berdasarkan Tempo Perputaran dan Perubahan Dinamika Gameplay
Pemetaan Pola Tumble Mahjong Ways Kasino Online dilihat dari Kecepatan Alur dan Tingkat Intensitas Permainan
Kajian Peran Scatter Mahjong Ways Kasino Online dalam Sesi Bermain Singkat serta Ragam Perubahan Gameplay
Pengamatan Variasi Tumble Mahjong Ways Kasino Online melalui Perubahan Tempo dan Hasil Gameplay yang Muncul
Telaah Mekanisme Tumble Aktif Mahjong Ways Kasino Online lewat Rangkaian Alur Beruntun dan Aktivasi Fitur Gameplay
Frekuensi Tumble Mahjong Ways Kasino Online ditinjau dari Tempo Tumble dan Dinamika Gameplay
Karakter Frekuensi Tumble Mahjong Ways Kasino Online dalam Tinjauan Tempo serta Intensitas Permainan
Eksplorasi Evaluasi Scatter Mahjong Ways Kasino Online pada Konteks Sesi Singkat dan Variasi Gameplay
Transformasi Frekuensi Tumble Mahjong Ways Kasino Online dalam Kerangka Tempo dan Keragaman Output Gameplay
Struktur Tumble Aktif Mahjong Ways Kasino Online berdasarkan Dinamika Alur Beruntun serta Pola Aktivasi Gameplay
Analisis Mahjong Ways 2 pada RTP PGSOFT untuk Membaca Dinamika Sistem Kasino Online
Mengulas Pola Mahjong Ways 2 dari Perubahan Aktivasi Kombinasi Simbol
Observasi Perilaku Simbol Mahjong Ways 2 untuk Melihat Arah Permainan
Dominasi Scatter Membuat Mahjong Ways 2 Masuk ke Fase Bermain Lebih Intens
Pola Berulang di Mahjong Ways 2 Mulai Menunjukkan Sinyal Stabilitas Permainan
Pendekatan Analitik Mahjong Ways Kasino Online pada RTP PGSOFT untuk Membaca Dinamika
Pendalaman Pola Mahjong Ways Kasino Online lewat Variasi Kombinasi Simbol Aktif
Pendekatan Observasional Mahjong Ways Kasino Online dalam Membaca Pergerakan Simbol
Saat Scatter Lebih Dominan, Mahjong Ways Kasino Online Masuk ke Fase Intensif
Ketika Pola Berulang Muncul, Mahjong Ways Kasino Online Menunjukkan Stabilitas Sistem