Kesaksian Reza Penjaga Kos di Cinunuk Terkait Hilangnya Yuvita 3 Tahun, Ditemukan Penuh Luka di RSHS

Yayan Sofyan
Reza, penjaga kos di Cijambe Cinunuk yang membawa Yuvita ke RSHS Bandung dari kamar 3 (kiri). Kondisi kamar kos yang ditempati Yuvita dan TH (kanan atas) dan Syahrul Ulum memperlihatkan foto kakaknya, Novita (kanan bawah)
CILEUNYI, KejakimpolNews.com - Yuvita Tri Rezeki (29), seorang wanita asal Rancaekek, Kabupaten yang menghilang selama 3 tahun diduga korban penyekapan dan pengaianiayaan serta ditemukan penuh luka di RSHS Bandung masih jadi sorotan.
Tragisnya, Yuvita yang kerap disapa Vita ini ditemukan dengan kondisi mengenaskan penuh luka diduga jadi korban perlakuan tidak manusiawi setelah dianiaya dan disekap diduga oleh TH (31), kekasihnya.
Vita ditemukan penuh luka di RSHS Bandung, ternyata sebelumnya Vita dan TH kos di tempat kosan di Kampung Cijambe RT 01 RW 07, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Ada salah satu saksi kunci terkait keberadaan Vita dan TH. Adalah Reza (50), penjaga kosan tersebut. Bahkan Rezalah yang membawa Vita ke RSHS dengan kondisi mengenaskan.
"Ya, saya sendiri yang membawa Vita ke RSHS Bandung dengan mobil grab. Sementara TH, kekasihnya ke RSHS pake motor," kata Reza ketika ditemui di tempat kos Vita, Kamis (18/6/2026).
Menurut Reza, ia membawa Reza atas suruhan TH, kekasihnya yang katanya harus dibawa ke RSHS Bandung karena sakit.
"Beberapa hari sekitar pukul 18.30 Vita yang katanya sedang sakit memang kondisinya parah. Selain tak bisa diajak bicara mukanya ditutup pamper," ungkap Reza.
Setelah di RSHS, kata Reza, ternyata di sekujur tubuh Vita penuh luka. Selain di mata, mulut dan kepala, di kakinya pun ada bekas sabetan senjata tajam," tutur Reza.
Reza tak bisa mengambil kesimpulan apakah Vita dianiaya dan disekap di kosan disini atau kos tempat lain. Yang pasti sambung Reza, Vita dibawa TH ke kosan di Cinunuk sudah hampir 4 bulan.
"TH yang katanya warga Nagreg kerap berpindah kosan. Ketika kos di Cinunuk, Vita katanya istrinya. Namun ketika diminta surat kawin tak pernah memperlihatkan," tutur Reza.
Ditambahkah Reza, saat kos di Cinunuk, TH dan Vita yang kos di kamar no 3 lantai 1 dari 28 kamar tak mendengar teriakan atau jeritan dari kamar tersebut.
"Meski tak pernah terdengar teriakan dan jeritan, tapi dari dalam kamar kosan kerap terdengar ada suara benturan di tembok," katanya.
Dengan kasus ini, Reza yang telah diperiksa penyidik Polda berharap polisi segera mengungkapnya, sekaligus menangkap TH agar terang benderang dan kasihan sama Vita.
"Jujur, TH itu tergolong temperamental dan kerap bawa golok. Bahkan saya sendiri dan pedagang martabak pernah diancam TH," pungkas Reza.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, korban Vita yang kini kritis masih dirawat di RSHS Bandung sangat mengenaskan.
Kabar Vita ini sempat viral di media sosial. Kini kondisinya mengalami luka berat di sekujur tubuhnya, mulai dari bagian kepala, wajah, hingga kaki. Dampak kekerasan ini diduga menggunakan benda tumpul dan senjata tajam mengakibatkan kondisi fisik korban kini mengalami gangguan fungsi tubuh yang sangat berat.
Korban dilaporkan tidak bisa melihat secara normal, mengalami kondisi bibir sumbing, kesulitan untuk berbicara, hingga kehilangan kemampuan untuk berjalan.
Kejadian ini sudah dalam penanganan Polda Jabar. Vita yang diketahui ber-KTP Antapani, Kota Bandung, yang telah lama menetap di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung ini memang kondisinya memprihatinkan yang diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan kekasihnya, TH belum lama ini.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan adanya laporan tersebut.
"Peristiwa tersebut kasus terungkap setelah pelapor menerima informasi melalui WhatsApp dari seseorang yang tidak dikenal bahwa korban berada di IGD RSHS Bandung,"ujar Hendra.
Setelah itu, kata Hendra, pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban mengalami luka berat dibagian kepala, wajah, kaki dan luka ringan dibagian tangan. Sebelum ditemukan, keluarga ternyata sudah lama tidak mengetahui keberadaan korban.
Menurut Hendra, korban bahkan dianggap menghilang selama kurang lebih tiga tahun. Polisi menduga selama rentang waktu tersebut korban berulang kali mengalami tindakan penganiayaan yang dilakukan pelaku menggunakan berbagai cara, mulai dari tangan kosong, benda tumpul, hingga senjata tajam.Selain itu, sejumlah barang berharga milik korban juga dilaporkan hilang.
"Diduga selama rentang waktu tersebut mendapatkan perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, benda tumpul, senjata tajam, serta barang berharga milik korban hilang," ungkap Hendra.
Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka berat yang berdampak pada aktivitas sehari-harinya. Kondisi fisiknya disebut mengalami penurunan signifikan, mulai dari gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, hingga tidak bisa berjalan.
Pelaku yang masih dicari diduga telah melanggar Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai penganiayaan berat.
Fakta mengejutkan ternyata korban Yuvita dengan TH, kekasihnya saling kenal dari sebuah konser musik di kawasan Kota Bandung. Adik korban, Syahrul Ulum (26), mengungkapkan bahwa kakaknya pertama kali bertemu TH saat menonton konser di Tritan Point.
Meski tidak ingat persis kapan perkenalan itu terjadi, Syahrul memastikan hubungan mereka sudah berlangsung sebelum Yuvita adiknya menghilang dari keluarga tiga tahun lalu.
Diungkap Syahrul, kakaknya sempat membawa TH ke rumah dan memperkenalkannya sebagai teman.
“Pernah ketemu sama saya, sama mamah di rumah. Hanya dikenakan saja, "kata Syahrul ketika ditemui di kediamannya di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (17/6).
Sebelum menghilang, Yuvita kakaknya bekerja di sebuah perusahaan makanan di kawasan Pasteur, Kota Bandung. Tidak lama setelah menjalin hubungan dengan TH, kakaknya mulai sulit dihubungi hingga akhirnya lenyap dari lingkungan keluarga.
Keluarga sempat mencari ke kos dan tempat kerjanya, tetapi sudah tidak ada di kedua lokasi tersebut. Selama tiga tahun, keluarga tidak mengetahui keberadaan Yuvita.
Kabar terakhir sangat mengejutkan. Korban dirawat di RSHS Bandung dalam kondisi kritis di RSHS Bandung.
Syahrul mengatakan bahwa Yuvita kakaknya belum menikah dengan TH. Kasus ini pun kini telah ditangani kepolisian setelah keluarga melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan TH.**
Editor: Yayan Sofyan