Ikbar, Pebenjang Asal Cinunuk Jadi Atlet Gulat Siap Bertarung di Ajang Porprov Jabar 2026

Yayan Sofyan
Ikbar Gustiana (jongkok) pebenjang asal Cinunuk kini resmi jadi atlet gulat andalan Kab. Bandung
CILEUNYI, KejakimpolNews.com -- Ikbar Gustiana (22) pebenjang asal Kampung Cibolerang RT 03 RW 09, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung kini benar-benar jadi atlet gulat.
Bahkan Ikbar kini jadi andalan untuk mewakili Kabupaten Bandung di sejumlah event baik nasional ataupun tingkat Jabar seperti Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jabar.
Di Porprov Jabar ke-XV November 2026 mendatang di Kota Bekasi, Bogor, dan Kota Depok, siap bertanding di cabor kelas grego roman 84 kg mewakili Kabupaten Bandung. Pada Porprov Jabar ke XIV, Ikbar pun meraih medali emas.
Terkait keberadaan Ikbar anak kedua pasangan Ii Supardi (56) dan Dede Acem (53), alumni SMK Bandung Timur ini, Ohid Tohidin (57), paman Ikbar yang turut membimbing dan mendidik Ikbar sejak menekuni benjang buka suara.
"Ikbar menekuni benjang sejak usia 8-9 yang dibimbing dan dididik sama saya sendiri di perkumpulan Seni Benjang Makalangan Kampung Cibolerang, Desa Cinunuk," kata Ohid, Kamis (6/8/2026).
Karena tekunnya Ahid berkecimpung di seni benjang warisan leluhur ini, kata Ohid, di berbagai gelaran benjang, Ikbar selalu memenangkan pertarungan ditunjang dengan fisik memadai.
"Kepiawaian Ikbar dalam benjang akhirnya dilirik Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Bandung. Ternyata setelah dibina dan resmi jadi atlet gulat, Ikbar berprestasi," ungkap Ohid.
"Di Pengcab PGSI Kabupaten Bandung untuk persiapan Porprov Jabar November 2026 mendatang, Ikbar dilatih oleh Yanto, pelatih gulat," pungkas Ohid.
Benjang sendiri yang ditekuni Ikbar adalah kesenian tradisional khas Sunda yang cikal bakalnya dari Desa Cinunuk dan membudaya di Kecamatan Ujungberung sebelum bergabung dengan Kota
Bandung.
Benjang memadukan unsur olahraga gulat atau bela diri dengan seni tari dan musik tradisional. Kesenian ini sudah ada sejak abad ke-19 dan sering ditampilkan pada acara warga seperti hajatan atau khitanan.
Kesenian benjang terbagi menjadi beberapa bentuk pertunjukan utama di masyarakat:Benjang gulat (gelut), pertunjukan uji ketangkasan fisik atau gulat tradisional yang dipadukan dengan gerakan tari dan tabuhan musik.
Benjang Helaran: Kesenian berupa arak-arakan, biasanya dipakai untuk mengarak anak yang akan dikhitan, pernikahan, atau penyambutan tamu.Topeng Benjang: Seni tari topeng yang sering dipentaskan sebagai bagian atau penutup dari rangkaian acara benjang.**
Editor: Yayan Sofyan
