Banyak Pejabat Sedikit Pemimpin

Foto : Istimewa
Ilustrasi sosok pejabat
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
SEJATINYA atau hakekatnya, rakyat di suatu negara - inklusif lindonesia-- menghendaki lahirnya banyak pemimpin yang siap berada di depan dalam upaya bersama rakyat melakukan perubahan struktur politik dan tatanan kehidupan.
Tetapi pada kenyataannya rakyat yang katanya pemegang kedaulatan sulit memperoleh pemimpin yang siap menderita untuk terciptanya tujuan. Yang banyak lahir justru pejabat mulai dari menteri, kepala badan, gubernur, bupati wali kota camat sampai lurah.
Bedanya secara prinsip dasar tidak jauh-jauh amat, boleh dibilang ibarat kata, serupa tapi tak sama. Pejabat itu lahir berdasarkan undang-undang dan peraturannya.
Misalnya presiden, adalah dia yang keluar sebagai pemenang pemilu, selanjutnya diberi mandat untuk memimpin negara. Presidan tidak hanya sekadar pejabat negara semestinya juga sebagai pemimpin dengan segala kewenangannya, di antaranya mengangkat para menteri, kepala badan sampai pejabat eselon I.
Menteri dan kepala badan diangkat sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian dan merupakan pejabat paling berwenang di lingkungan kementerian atau badan yang bersangkutan. Jadi pejabat dalam jabatan struktural maupun fungsional diangkat berdasarkan otoritas jabatan.
Orientasinya lebih padat kewenangan dan kekuasaan. Senjata atau alat kekuasaan adalah tanda tangan berdasarkan keputusan yang menganggap seseorang pegawai di bawahnya cukup cakap untuk memangku jabatan tertentu.
Tertapi pada kenyataannya di lapangan banyak terlihat mereka yang disebut pejabat bertindak egois, feodalis, otoriter dan merasa diri paling berkuasa dan paling berwenang.
Bedanya dengan pemimpin adalah bahwa seorang pemimpin adalah bahwa mereka dipilih oleh masyarakat atau anggota organisasi berdasarkan penilaian atas kinerja, integritas dan akuntabilitas. Prinsip perjuangannya adalah mengedepankan kepentngan publik/rakyat di atas kepentingan pribadi atau kelompok dan politiknya.
Pun dalam era demokratisasi, mereka pemimpin eksekutif dari mulai presiden dan wakilnya, gubernur dan wakilnnya, bupati atau wali kota dan wakilnya, termasuk juga anggota legislatif DPR RI tingkat pusat, DPRD provinsi dan DPRDkabupaten-kota. Mereka banyak yang jadi pejabat tetapi ternyata amat sedikit yang tampil seb agao sosol pemimpin, mereka hanya kelihatan sosok seorang politis.
Padahal seorang pemimpin sejatinya adalah seorang negarawan. Yang begini ini biasanya akan selalu memikirkan rakyatnya, mereka selalu berpikir apa yang terbaik buat negara dan bangsanya.
Berbeda dengan seorang politisi, mereka g hanya memikirkan agar dirinya menang dalam setiap pemilu. Bukan memikirkan apa yang bisa disumbangkan bagi negara dan bangsanya, melainkan apa keuntunga yang didapat dari negara untuk dirinya dan kelompok politiknya.