Drama Yusuf Kalla

Foto : Istimewa
Muhammad Jusuf Kalla
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
MUHAMMAD Jusuf Kalla (JK) buka suara usai dirinya dilaporkan kepada pihak kepolisian karena isi ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) karena dianggap menistakan agama.
Lantas, mantan wakil presiden, politisi dan pengusaha keturunan Bugis ini mengklarifikasi bahwa ia hanya menyampaikan fakta sejarah mengenai konflik yang berujung pada isu agama.
PLTU
Fenomena politisi tua yang tetap mendominasi panggung politik tidak hanya terjadi di Indonesia. Tapi fenomena mendunia.
Meski kegiatan di panggung politik para lansia ini tidak secara mutlak "tidak baik" bagi lansia, tetap saja mengkhawatirkan. Terutama terkait dengan kesehatan dan kemungkinan mengalami stagnasi ide.
Keberadaan politisi tua yang masih tetap aktif seringkali dianalogikan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Masih berfungsi tetapi teknologinya dianggap sudah kuno.
Sudah Lapuk
Ungkapan "politisi tua itu lapuk" sering kali digunakan untuk menggambarkan figur politisi lanjut usia dianggap tidak lagi relevan dengan zaman.
Dianggap tidak mampu menghadirkan gagasan baru dan inovatif yang dibutuhkan di era digital dan kepemimpinan progresif.
Bukan politisi yang doyan kera mempertahankan status quo dan sulit merangkul perubahan sehingga menjadikan lanskap politik terasa kaku.
Meracau!
Dalam sejumlah studi, kondisi lansia juga identik dengan sering meracau, berbicara tidak jelas dan super sensitif sehingga sangat mudah tersinggung.
Fenomena ini sebagai hal yang umum terjadi pada semua lansia, bahkan menjadi indikasi perubahan kognitif yang paling memengaruhi daya ingat dan perilaku.
Sangat mungkin mengalami paranoia. Sebuah keadaan mental yang ditandai dengan perasaan curiga, tidak percaya, dan ketakutan berlebihan terhadap orang lain tanpa bukti yang kuat.
Jangan Berdebat!
Pernah disampaikan oleh politisi muda Sandiaga Uno terkait KH Ma'ruf Amin. Ia mengatakan debat dengan tokoh senior harus sering dihindari karena pertimbangan penghormatan.
Selain itu, menghindari berdebat dengan politisi senior sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian panjang, jasa luar biasa, dan kontribusi terhadap negara.**
