Islam Ala Prabowo, Bukan Sekte Atau Madzhab Islam Baru

Foto : Istimewa
Buku Islam Ala Prabowo.
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
BUKU "Islam Ala Prabowo" menimbulkan berbagai tanggapan beragam. Buku Itu sebenarnya sudah terbit April 2026. Tapi marak di media sosial baru September 2026. Para penggiat dunia maya atau media sosial (medsos) itu memasang cover judul buku dan foto Presiden Prabowo Subianto.
Saya makin penasaran apa gerangan isi buku yang kontroversial itu. Buku Itu dihimpun oleh Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri dan Mush'ab Muqoddas.
Ternyata isinya bukan cerita Prabowo kepada para penyusun, juga bukan tentang sekte atau madzhab baru tentang Islam yang dibawa seorang tokoh bernama Prabowo Subianto.Ternyata isinya lebih dominan pandangan atau prespektif beberapa tokoh politisi yang disebut kontributor.
Status sosial mereka beragam, ada tokoh ulama, akademisi dan politis. Isinya, bukan cerita tentang bagaimana Prabowo Subianto solat, puasa zakat dan ibadah haji. Yang digambarkan adalah bagaimana Prabowo membangun untuk kesejahteraan masyarakat, bagaimana dia melakukan perdamaian agar rakyat Indonesia hidup aman dan nyaman. Bagaimana membangun epoleksosbud dan bagaimana menciptakan keadilan hukum agar rakyat merasa diperlakukan setara, tidak ada belah bambu, angkat yang atas dan injek yang bawah.
Kata pengantar ditulis Ketua MPR Ahmad Muzani yang sekaligus mengupas kiprah politik dalam mendirikan dan memimpin partai Gerakan Indonesia Raya. Kontributor lainnya antara lain Tuan Guru Bajang (TGB) atau Mohammad Zainul Majdi. Tapi belakangan TGB membantah mengirim tulisan kepada para penyusun.
Di bagian lain, buku ini membahas bagaimana nilai-nilai moral Islam tercermin dalam pola pikir, perilaku politik, dan kepemimpinan Prabowo Subianto.
Juga menggambarkan Prabowo sebagai penggerak dalam urusan keumatan, meskipun ia tidak berlatar belakang sebagai santri tradisional. Termasuk juga tentang pandangan dari sejumlah akademisi dan tokoh mengenai kebijakan serta kepemimpinan berlandaskan nilai keislaman.
Buku ini menimbulkan kontroversi di ruang publik, bahkan sempat memicu perdebatan karena dikira menciptakan mazhab atau ajaran baru, padahal maksudnya adalah interpretasi nilai Islam dalam diri tokoh tersebut.
Si dunia maya, waraganet juga memberi berbagai tanggapan menuai pro dan kontra, mulai dari kritik terhadap narasi keagamaan yang diangkat hingga perdebatan publik mengenai kehidupan pribadi seorang pejabat negara.
Sementara Ahmad Muzani disebutkan sebagai inisiatif awal penyusunan buku itu. Saya jadi agak punya persepektif Islam Prsbowo Subianto mirip mirip dengan kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa ala mertuanya Suharto yang dulu banyak distigma publik sebagai agama eling-eling. Itulah buku Islam ala prabowo yang sempat mengundang percakapan luas di medsos dan membetot rasa penasaran saya bagai besi sembrani.**