Bebaskan Persib dari "Choking Under Pressure!"

Foto : Istimewa
Biarkan Persib bermain tanpa tekanan.
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
TEKANAN pada skuad Maung Bandung asuhan Igor Tolic saat ini memang sangat nyata di tengah agenda yang terlalu padat di tiga kompetisi sekaligus BRI Super League, ACL Two, dan ACC Shopee Cup.
Jarak istirahat antarpertandingan yang hanya 3–4 hari. Kelelahan fisik (fatigue) mustahil bisa pulih dalam sesingkat itu. Terlalu minim untuk pemulihan (recovery) otot secara maksimal dan bisa meningkatkan risiko cedera.
Beban psikologi ini semakin membuncah setelah kekalahan tipis 0-1 dari Madura United pada laga sebelumnya. serta hasil buruk sebelumnya saat tersungkur dari Persija Jakarta Stadion Utama Bung Karno (SUBK).
Kehilangan poin dalam dua laga beruntun secara psikologis meruntuhkan mentalitas kemenangan tim Maung Bandung ditambah tuntutan ribuan suporter yang selalu mendambakan kemenangan.
Ditambah, beban ekspektasi untuk kembali menjadi juara liga tahun ini bisa saja berubah menjadi tekanan mental yang menghambat performa terbaik, alih-alih menjadi motivasi untuk mempertahankan gelar juara.
Tertekan di Bawah Tekanan
Fenomena Persib ini sering disebut sebagai choking under pressure (tertekan di bawah tekanan) dalam psikologi olahraga. Sebab terlalu fokus pada keharusan untuk menang atau ketakutan akan kegagalan berpotensi menjadi kecemasan emosional.
Skuad asal Bandung ini yang berturut turut menjadi juara pada gilirannya lebih memikirkan skor akhir daripada fokus pada strategi permainan yang sedang berjalan. Bahkan para pemain bintang yang dibayar miliaran rupiah yang biasanya bermain secara natural menjadi kaku dan beku dengan gagasan.**