Wamendikdasmen RI Atip: Anak Indonesia Hebat Indonesia Kuat

foto

Foto: Whyr

Wamendikdasmen RIm Prof. Atip Latipulhayata saat Peringatan Anak Merdeka di Bale Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur, Kuningan, Rabu (19/8/2026).

KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Anak-anak hendaknya memahami keberagaman sebagai kenyataan sekaligus anugerah. Kita tidak perlu menyamakan yang berbeda dan membedakan yang sama, tapi yang harus kita lakukan menyatukan perbedaan itu dalam kebersamaan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia Prof. Atip Latipulhayat menyampaikan hal itu dalam sambutannya saat Peringatan Anak Merdeka di Bale Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur, Kuningan, Rabu (19/8/2026).

Atip Latipulhayat berinteraksi langsung dengan anak-anak seraya mengajak peserta meneriakkan slogan “Anak Indonesia Hebat!” dan langsung dijawab serentak oleh hadirin “Indonesia Kuat!”.

Sejumlah anak tampil di panggung, untuk menampilkan talenta dan cita-citanya. Ada yang hobi seni dan menyanyi, matematika, olahraga, dan ada pula yang bercita-cita menjadi guru, dosen, dokter, dan profesi lainnya.

Dari interaksi tersebut, Atip menekankan, semua anak cerdas. "Tidak ada anak-anak yang bodoh, semuanya cerdas, hanya berbeda bentuknya,” tegas Atip.

Tugas pendidikan papar Atip, bukan menyeragamkan kemampuan anak, tetapi menemukan dan mengembangkan kecerdasan yang dimiliki setiap individu.

Ia mencontohkan sejumlah tokoh dengan keahlian berbeda, seperti Rudi Hadisuwarno di bidang tata rambut, Rudi Choirudin di bidang kuliner, serta Rudy B.J. Habibie di bidang matematika dan teknologi.

“Jadi insya Allah Indonesia di tangan adik-adik semua memiliki kecerdasan yang berbeda. Kita ini memiliki keberagaman dalam semuanya, termasuk kecerdasan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh anak menyongsong Indonesia Emas dengan mengembangkan potensi masing-masing. “Anak Indonesia Hebat!” “Indonesia Kuat!” jawab anak-anak penuh semangat.

Peringatan Hari Anak Merdeka 2026 di Cigugur menghadirkan ruang pembelajaran tentang keberagaman, toleransi, serta persahabatan, sekaligus pengembangan potensi anak.

Sementara itu, melalui Deklarasi Rukun Sama Teman dan inisiatif Kampung Rukun Sama Teman, semangat kerukunan diharapkan tidak berhenti di Paseban Tri Panca Tunggal. Nilai tersebut diharapkan terus tumbuh di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

Dari Cigugur, benih kerukunan ditanam sejak anak-anak—agar keberagaman tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk tumbuh bersama. Anak Kuningan Hebat, Anak Indonesia Kuat, Kuningan Melesat.**

Author: WHJR
Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya