KNAP dan STID Bahas Strategi Dakwah, Cep Yudi Gagas Kerja Sama Kemitraan

Foto: One
Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP) dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) membahas strategi penguatan akidah dan kerja sama dakwah.
BEKASI, KejakimpolNews,com – Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP) dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) membahas strategi penguatan akidah dan kerja sama dakwah dalam pertemuan di Sekretariat KNAP, Baitul Maal Al Furqon, Taman Galaxy, Kota Bekasi, Rabu (21/10/2026).
Pertemuan yang dihadiri sekitar 20 peserta tersebut membahas program kerja KNAP, pendataan kasus pemurtadan, serta upaya memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat.
Juru Bicara KNAP, Ustaz Dr. Yudi Kristanto, M.Pd. atau Cep Yudi, menyampaikan tujuh strategi pencegahan pemurtadan, meliputi penguatan ilmu akidah, kemitraan dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, pemahaman regulasi, pendekatan birokrasi, pendekatan humanis, serta penguatan literasi dakwah digital.
Dalam diskusi, Cep Yudi juga menjelaskan pentingnya pendekatan riset kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengkaji dugaan praktik pemurtadan secara objektif.
Selain itu, ia mengajukan draf nota kesepahaman atau MoU kemitraan dakwah antara KNAP dan STID. Draf tersebut akan dikaji lebih lanjut sebelum dilanjutkan ke tahap penandatanganan.
Pertemuan juga membahas perkembangan persoalan rencana pembangunan GKPS di Cikopo, Purwakarta. Cep Yudi menilai penyelesaiannya perlu mengedepankan dialog dengan masyarakat dan pendekatan kepada pemerintah, disertai kajian terhadap aspek administratif dan hukum yang relevan.
Melalui pertemuan ini, KNAP dan STID diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pendidikan, pembinaan akidah, dan pengembangan program dakwah di masyarakat.**
Author: One
Editor: Maman Suparman