Di Desa Wano Kec. Japara Kuningan
Belasan Domba dan Kambing Mati Dalam Semalam Diserang Ajag

Foto: Whyr
Inilah sebagian domba yang telah mati akibat serangan anjing liar atau ajag di Kuningan.
KUNINGAN, KejakimpolNews.com – Belasan ekor ternak domba dan kambing milik warga di Desa Wano, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, jadi korban serangan ajag (anjing hutan) hingga mati.
Bangkai ternak peliharaan warga itu ditemukan tergeletak di kandang dan di luar kandang dengan kondisi leher dan bagian tubuh lainnya terluka akibat gigitan anjing hutan yang menyerang dalam semalam.
Ajag liar atau anjing hutan itu melakukan teror ke kandang domba dan kambing tengah malam hingga dini hari sekira pukul 02.00i, Jumat malam Sabtu 16 Pebruari 2025
Yoyon salah seorang peternak warga desa setempat menuturkan, ia sempat terjaga dari tidurnya saat mendengar suara yang mencurigakan dari kandang kambing.
"Suara berisik itu terdengar sekitar pukul 02.00 dini hari. Saking takutnya saya memilih diam di dalam rumah, karena khawatir bahaya mengancam," tuturnya.
Ternyata ketika pagi-pagi akan memberi pakan ternak, Yoyon mengaku sangat terkejut empat ekor domba di kandang ditemukan mati akibat luka gigitan di leher dan perut.
Nasib yang sama dialami oleh Wahidin lima ekor domba miliknya, juga ditemukan mati dengan kondisi bersimbah darah.
"Sehari sebelumnya di desa tetangga terjadi pula serangan ajag liar, beberapa ekor domba dan kambing peliharaannya juga mati diterkam ajag," ungkap Wahidin.
“Kami sangat berharap kejadian ini mendapat perhatian serius dari pihak berwenang. Peternak sudah bersusah payah membesarkan ternaknya, jangan sampai mereka terus-menerus menjadi korban. Perlu ada solusi konkret untuk mengatasi ancaman ini,” tegas Dadang Hermawan salah seorang tokoh warga Desa Wano.
Terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, Wawan Setiawan, saat dikonfirmasi membenarkan adanya serangan ajag dengan sasaran domba dan kambing di dalam kandang hingga warga menjadi resah.
Dalam upaya mengantisifasi serangan ajag liar tersebut, pihak Dinas Peternakan telah monitoring dan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ciamis untuk mencari solusi.
"Untuk menjaga dan mencegah ancaman ajag liar ini, kami mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan ronda malam guna mencegah serangan berikutnya,” pinta Wawan.
Serangan ajag ini menghantui warga desa hingga membuat warga semakin resah. Warga setempat meminta kepada pihak pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengatasi serangan ajag, agar teror ajag ini tidak terulang lagi.
Kerugian peternak dari jumlah belasan ekor Kambing yang mati digigit ajag, mencapai puluhan juta rupiah.**
Author: Whyr
Editor: Maman Suparman