Puting Beliung Terjang Soreang, 9 Orang Terluka, 7 di Antaranya Siswa SMKN Tertimpa Plafon Ambruk

Istimewa
Plafon ruang kelas SMKN 1 Soreang yang ambruk (atas) dan atap Kantor BPJS Sorang rusak berat diterjang puting beliung
SOREANG, KejakimpolNews.com-Sembilan orang terluka, 7 di antaranya siswa SMKN 1 Soreang, Kabupaten Bandung menyusul terjangan angin puting beliung, Senin (27/4/2026) sore.
Ke-7 siswa SMKN 1 Soreang yang luka tersebut saat proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tertimpa plafon ambruk yang Desember 2025 lalu baru dibangun.
Polresta Bandung telah turun tangan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Police line telah terpasang di area bangunan baru SMKN 1 Soreang dimana plafon di dua ruang kelas saat kegiatan KBM ambruk.
Camat Soreang, Haris Taufik ketika dikonfirmasi membenarakan terjangan angin puting beliung di wilayahnya tersebut.
"Kejadian bencana angin puting beliung di Kecamatan Soreang terjadi, Senin (27/4 2026) pukul 15.30 WIB," kata Haris, Senin (27/4/2026).
Data sementara yang terdampak, kata Haris, di Desa Soreang, gedung BPJS atapnya terbang korban luka ringan 2 orang, Sementara di SMKN 1 Soreang plafon dua ruangan kelas roboh dan 7 orang siswa terluka.
"Selain gedung BPJS dan SMKN Soreang terdampak angin puting beliung, ada sejumlah rumah rusak di Desa Soreang dan Cingcin. Termasuk rumah Kades Soreang rusak pula," ujar Haris.
Pihaknya, kata Haris, bersama aparat dinas terkait telah meninjaw lokasi kebencanaan dan melakukan assesment.
"Plafon dua ruang kelas SMKN 1 Soreang ambruk dan menimpa 6 siswi dan 1 siswa hanya mengalami luka ringan sudah di tangani. Penanganan selanjutnya oleh Polresta Bandung,"ujar Haris.
Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan, pihaknya telah ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Benar, setelah di cek ada atap yang roboh di dua ruang kelas dari enam ruang baru yang diserahterimakan pada Desember lalu,” ujar Aldi kepada wartawan di lokasi kejadian.
Saat tiba di lokasi kejadian, polisi melihat material plafon berserakan di dalam kelas. Peristiwa tersebut terjadi saat para siswa tengah berada di dalam ruangan sedang KBM.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah orang siswa terluka akibat tertimpa material plafon yang ambruk.
Menurut Aldi, sejumlah siswa ada di antaranya
luka di tangan karena berusaha membuka reruntuhan. Sementara siswa lainnya ada yang kepalanya bengkak dan sebagian besar mengalami syok.
Kondisi para korban, kata Aldi, dipastikan tidak mengalami luka berat.
"Mereka yang luka telah ditangani Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan telah dipulangkan ke rumahnya masing-masing,"ungkap Aldi.
Untuk mengantisipasi risiko lanjutan, polisi mengimbau agar ruang kelas lain di deretan bangunan baru tersebut tidak digunakan sementara waktu. Langkah ini diambil karena kualitas bangunan diduga serupa dengan ruang yang ambruk. “Ya kami menyarankan ruang kelas lain jangan digunakan dulu. Sudah dipasang pilice line garis untuk penyelidikan lebih lanjut,”kata Aldi.
Polisi pun masih melakukan penyelidikan pendalaman guna mengetahui penyebab pasti robohnya plafon bangunan yang baru digunakan enam bulan ini.**
Editor:Yayan Sofyan