Terpeleset, Bocah Akbar Jatuh ke Sungai Cidongdong Tubuhnya Hanyut dan Belum Ditemukan

Di Sungai Cidongdong inilah bicah Akbar tenggelam dan hanyut karena terpelset.
KUNINGAN, KejakimpolNews.com - Nasib nahas menimpa Akbar (10) siswa SD kelas 4 warga blok Wage RT O1 RW 01 Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Kuningan.
Ketika bermain bersama lima orang temannya di tepian Sungai Cidongdong tiba-tiba kakinya terpeleset jatuh dan langsung lenyap ditelan derasnya air sungai, Sabtu 14 Maret 2025 sekitar pukul 12.30 WIB.
Saksi mata, H Yamin warga desa setempat menuturkan, peristiwa itu terjadi siang hari bolong sekitar pukul 12.30 WIB. Akbar bersama lima orang temannya siang itu dengan suka cita bermain di pematang sawah. Seusai melepas burung merpati mereka berlari-lari kecil sambil hujan-hujanan di pinggir sungai Cidongdong.
Namun nasib nahas menjemput bocah itu. Tiba-tiba Akbar terpeleset jatuh ke sungai, hingga hanyut terseret aliran air sungai yang cukup deras. Teman-temannya hanya terpaku diam dan tak dapat berbuat apa- apa.
Kabar hanyutnya Akbar membuat geger warga desa sekitar bahkan sempat viral
via medsos.
Menurut Kuwu Sadamantra Dimyati, atas laporan warga pihak aparat desa dan Polsek Jalaksana, langsung terjun ke lokasi di saluran Irigasi yang airnya mengalir ke sungai Cidongdong. Akbar terjatuh dan terbawa hanyut aliran sungai Cidongdong
Pencarian korban pun dilakukan hingga menjelang magrib namun belum juga ditemukan. Mengingat hari semakin gelap akhirnya pencarian sementara dihentikan.
Sementara itu,
"Tim gabungan BPBD, SAR, Polsek, Koramil, aparat kecamatan/desa, komunitas AKAR serta para relawan melanjutkan pencarian korban dengan menyisir sepanjang sungai, Minggu 15 Maret 2025," sebut Kuwu Dimyati melalui 'Jurutulis' Desa Dodo.
"Hingga Minggi sore ini korban belum berhasil ditemukan dan akan dilanjutkan Senin besok. Rencananya penyisiran mulai Babakanjati sampai wilayah Sedong," terang Dimyati seusai evaluasi bersama BPBD Kuningan.
"Mudah-mudahan korban bisa ditemukan, kasihan Pak Udi orang tua korban sangat terpukul anak kesayangannya hanyut ditelan derasnya sungai Cidongdong," pungas Dimyati mengiba.**
Author: Whyr
Editor: Maman Suparman