Banjir Lagi di Dayeuhkolot, Jalan Raya Tergenang 51 Jiwa Diungsikan

Yayan Sofyan
Jalan Raya Dayeuhkolot yang semalam tidak bisa dilalui kendaraan karena banjir, Minggu sore ini sudah mulai surut.
DAYEUHKOLOT, KejakimpolNews.com- Sungai Citarum di kawasan Palasari dan Sungai Cigede kembali meluap. Akibatnya, sebagian kawasan Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung kembali diterjang banjir parah, Senin (25/5/2026).
Banjir yang nyaris menenggelamkan sejumlah desa, termasuk merendam jalan raya hingga permukinan warga dengan ketinggian 10 sentimeter hingga 80 sentimeter ini berlangsung sejak Sabtu (23/5/2026).
Banjir terjadi menyusul hujan dengan intensitas tinggi melanda Kabupaten Bandung Raya sejak Sabtu (23/5/2026) sore membuat meluapnya sejumlah sungai.
Akibatnya, Sungai Citarum meluap membuat rumah warga dan Jalan Raya Deuyeuhkolot, terutama depan Masjid Besar Dayeuhkolot kemarin tak bisa dilalui kendaraan baik roda dua atau pun empat.
Areal banjir meluas, tercatat sejumlah desa di antaranya Desa Dayeuhkolot dan Citeureup tergenang.
"Rendaman air sudah mulai surut dan Jalan Raya Dayeuhkolot, depan Masjid Besar sudah bisa dilalui kendaraan roda empat," kata Asep Mahmud, Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Bandung, Senin (25/6/2026).
Sementara untuk sepeda motor, kata Asep meski bisa dilalui, namun dan masih terendam banjir dan dikhawatirikan mogok.
"Pemerintahan setempat dan petugas gabungan dari dinas terkait masih melakukan pendataan dampak kerusakan dan jumlah warga yang terdampak," ungkap Asep.
Menurut Asep, wilayah yang terdampak lainnya berada di Kampung Citeureup RW 02. Genangan air memiliki ketinggian sekitar 20 sentimeter hingga 70 cm.
Asep pun menyebutkan banjir juga yang menggenang Jalan Raya Dayeuhkolot dengan ketinggian 20 sentimeter hingga 50 cm. Termasuk air menggenang Jalan Raya Mohammad Toha, depan PT Metro Garmen, Dayeuhkolot dengan ketinggian 20 sentimeter sampai 40 sentimeter.
Selain itu, dampaknya sejumlah warga saat ini banyak yang mengungsi di Shelter Desa Dayeuhkolot . Para yang mengungsi tersebut di antaranya berasal dari RW 05 dan RW 14, Desa Dayeuhkolot.
Pemerintahan setempat dan petugas gabungan dari dinas terkait masih terus melakukan pendataan dampak kerusakan dan jumlah warga yang terdampak. Termasuk antisipasi jika hujan lebat turun kembali.
Data yang dihimpun, area yang terdampak paling parah genangan banjir berada di Desa Dayeuhkolot. Ketinggian air bervariasi dari mulai 20 cm ingga 80 cm.
Wilayah yang terdampak lainnya Kampung Citeureup RW 02. Genangan sekitar 20 cm hingga 70 cm.
"Para pengungsi dan warga terdampak banjir saat ini sangat membutuhkan bantuan logistik yang mendesak. Di antaranya makanan siap saji, makanan untuk balita, air minum, selimut, dan paket sembako. Termasuk alat-alat kebersihan, troli, karung, hingga pompa sedot untuk penanganan air," kata Asep.
"Data sementara pengungsi di shelter Desa Dayeuhkolot hingga pukul 17.30 pengungsi dari RW 04 , 05 dan RW 14. Jumlah pengungsi 19 KK dengan 51 jiwa terdiri dewasa 24 orang, lansia 5, balita 4, ibu menyusui 1, dan disabilitas 1 orang," pungkas Asep.**
Editor: Yayan Sofyan