Alhamdulillah, Thoudy Jurnalis Republika Warga Cicalengka dan 8 WNI Lainnya Bebas dari Cengkeraman Tentara Israel

Foto : Istimewa
Inilah sembilan orang WNI yang ditahan tentara Israel dan kini telah dilepaskan kembali.
CICALENGKA, KejakimpolNews.com - Thoudy Badai Rifanbillah (27) jurnalis Republika, warga Cicacalengka, Kabupaten Bandung sudah bebas dari cengkeraman tentara Israel yang menahannya.
Selain Thoudi, warga Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka ini, 3 jurnalis rekannya dan 4 aktivis relawan kemanusiaan WNI lainnya yang juga sempat ditahan tentara Israel juga sama sudah bebas.
Nia Kurnia, pihak keluarga Thoudy ketika dikonfirmasi membenarkan Thoudy saat ini sudah bebas dan telah berada di Turki untuk diterbangkan ke tanah air.
"Alhamdulillah Thoudy sudah bebas dan selamat. Kabar terakhir, Thody masih di Turki," kata Nia Kurnia, Jumat (22/5/2026).
Menurut Nia yang juga Kepala MTs Husainiya, Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka ini, belum ada kabar lanjutan kapan penerbangan Thoudy bersama rekannya ke Indonesia.
"Hani Humanisa (56), ibunda Thoudy yang kebetulan bendahara di Yayasan Husainiyah yang juga guru SMPN 2 Cicalengka sangat bersyukur, Thoudy anaknya sudah bebas dan selamat setelah ditahan tentara Israel.
"Saya mewakili keluarga Thoudy sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak atas doanya. Thoudy masih lajang ini adalah alumni MTs Husainiyah dan alumni UIN SGD Bandung," pungkas Nia Kurnia.
Bebasnya Thoudy bersama 3 jurnalis rekannya dan 4 aktivis kemanusian yang disergap tentara Israel di perairan Siprus, Senin (18/5/2026) ini, disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono yang menyatakan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditangkap militer Israel saat ini sudah bebas.
Sembilan WNI itu tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 dan sempat ditangkap Israel dalam pencegatan kapal.
Sugiono menyatakan seluruh WNI tersebut saat ini sedang dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air.
“Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini,” ujar Sugiono dalam pernyataan resmi, Kamis (21/05/2026).
Sugiono mengatakan Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke tanah air dengan selamat. Dalam kaitan itu, Pemerintah Indonesia kembali menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan.
"Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi,” ujarnya.
Daftar 9 WNI tergabung dalam misi kemanusian:
1. Herman Budianto Sudarsono. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa - (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad - (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono (Republika) Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai R (Republika) Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho - (Tempo) Kapal Ozgurluk
9. Rahendro Herubowo (GPCI - iNewsTV, Berita1, CNN) Kapal Ozgurluk
Sembilan WNI yang sempat ditahan oleh otoritas Israel telah resmi dibebaskan pada Kamis, 21 Mei 2026. Para WNI tersebut merupakan relawan dan jurnalis yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang bertujuan menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza. Mereka ditangkap setelah kapal-kapal armada mereka disergap oleh militer Israel di perairan internasional dekat Siprus pada awal pekan ini.Berikut adalah poin-poin penting terkait pembebasan mereka.
Ke-9 WNI telah keluar dari penjara Ktziot di Israel dan sedang dalam proses deportasi serta pemulangan menuju Turki. Pembebasan ini berhasil dilakukan melalui koordinasi intensif Kementerian Luar Negeri RI dengan berbagai pihak, terutama bantuan dari Pemerintah Turki yang memfasilitasi proses pemulangan.
Laporan awal menyebutkan para relawan sempat mengalami perlakuan kasar selama masa penahanan sebelum akhirnya dibebaskan tanpa syarat.
Di antara mereka terdapat jurnalis foto dari media Republika dan aktivis dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, memastikan bahwa pemerintah akan terus mengawal proses repatriasi ini hingga seluruh WNI tiba kembali di tanah air dengan selamat.**
Editor: Yayan Sofyan
