Buntut Puluhan Siswa Keracunan MBG, Wali Kota Cimahi Setop Sementara Operasional SPPG

Ilustrasi
Ilustrasi keracunan Makan Bergizi Gratis.
CIMAHI, KejakimpolNews.com - Buntut keracunan Makan Gizi Gratis (MBG) yang menelan puiluhan siswa di antaranya di SD Mandiri Cimahi, Wali Kota Cimahi tegas menghgentikan sementara operasional SPPG.
Seperti pernah diberitakan sejumlah siswa dan guru SDN Cimahi Mandiri 4 dilaporkan mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu MBG pada Rabu (25/2/2026). Mereka mengaku mualla mual dan pusing setelah makan menu MBG.
Data awal yang diterima Dinas Kesehatan Kota Cimahi sampai Rabu malam menunjukkan bahwa 11 anak dibawa ke RSUD Cibabat, dua anak ke RS Mitra Kasih, dan satu anak ke RS Dustira.
Data terakhir hingga Jumat (27/2/2026), berdasarkan laporan Dinkes Cimahi yang telah menginspeksi SPPG Karangmekar 02 dan ambil sampel menu MBG (onigiri, telur, susu) untuk uji lab, ternyata ada 45 siswa dan warga diduga keracunan.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana juga menyatakan, kini korban keracunan MBG yang menimpa sejumlah siswa di Kota Cimahi tercatat mencapai 32 orang. Seluruh korbanb mendapatkan penanganan medis.
Menurut Ngatiyana, dari total 33 pasien awal yang masuk, sebanyak 4 orang sempat menjalani perawatan dan 22 orang telah diperbolehkan pulang. Sementara tujuh orang masih dalam observasi, dan enam pasien baru kembali datang untuk menjalani pemeriksaan.
Walu Kota Cimahi mengklain, semua korban tertangani dengan baik, yang dirawat tetap dirawat, dan yang observasi masih terus diselidiki.
Para korban memang telah dirawat di sejumlah rumah sakit. Di Rumah Sakit Mitra Kasih tercatat lima pasien, dengan 3 orang dirawat dan 2 lainnya dalam observasi. Sementara di Rumah Sakit Dustira terdapat 5 pasien, 4 dirawat dan satu dalam observasi.
Masih kata Ngatiyana, hingga Kamis kemarin maiosh terdapat dua pasien tambahan yang baru datang. Ia menjelaskan, kasus ini terdeteksi setelah sejumlah siswa merasakan gejala saat berada di sekolah dan kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi hingga kini tengah melakukan penyelidikan dengan mengambil sampel makanan yang masih tersisa untuk diuji laboratorium. Pemeriksaan meliputi air, nasi, ayam, hingga bumbu yang digunakan dalam proses produksi.
Nantinya kata Wali Kota, hasil laboratoriuma seperti apa, itu yang akan menjadi dasar keputusan dari Dinkes Kota Cimahi.
Untuk itu Wali Kota Cimahi untuk sementara menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber kejadian telah dihentikan oleh Dinkes Kota Cimahi.
Penghentian sipatnya sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium keluar, selanjutnya dievaluasi. Ngatiyana juga mengimbau seluruh SPPG lain yang beroperasi di Kota Cimahi agar mengutamakan keselamatan siswa sebagai penerima manfaat program MBG.
Ia menegaskan agar standar keamanan pangan yang telah ditetapkan tetap dipatuhi dan tidak diabaikan.
Waliu Kota inipun berharap SPPG mengutamakan keselamatan para siswa. Pastikan seluruh bahan makanan, mulai dari beras, air, ayam, hingga bumbu-bumbu, sudah melalui pemeriksaan laboratorium secara rutin.**
Editor: Sonni Hadi