Inilah Identitas Siswa SMAN 5 Bandung Korban Pengeroyokan Oknum Siswa SMAN 2 Bandung di Jln Cihampelas

Foto : Istimewa
Inilah lokasi pengeroyokan korban Muhammad Fahdly Arjasubrata, siswa kelas 11 SMAN 5 Bandung, di Jalan Cihampelas, Bandung.
BANDUNG, KejakimpolNews,com - Identitas siswa SMAN 5 Bandung korban pengeroyokan oknum siswa SAMN 2 Bandung terungkap yakni, Muhammad Fahdly Arjasubrata. Korban siswa kelas 11 SMAN 5 Bandung, jasadnya tergolek di kawasan Jalan Cihampelas, Bandung.
Korban diduga bukan tawuran melainkan dikeroyok oleh sejumlah oknum suswa SMAN 2 Bandung saat pulang melewati jalan Cihampelas pada Jumat (13/3/2026) menjelang Sabtu dini hari tadi.
Bahkan berdasarkan video yang beredar, korban diduga dikeroyok lalu ditinggalkan bersama sepeda motornya di Jalan Cihampelas Bandung, hingga akhirnya mengembuskan napas terakhirnya.
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam dalam dunia pendidikan Kota Bandung. Sebab selama ini Kota Bandung jarang bahkan dalam dekade belakangan ini tak pernah ada tawuran antarsiswa.
Kejadian yang merenggut nyawa ini pun disikapi Keluarga Besar SMAN 5 Bandung, Melalui Plt Kepala SMAN 5 Bandung, , Agus Ferdiana, pihaknya menyerahkan penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang diduga melibatkan siswa dari sekolah lain ini kepada pihak kepolisian.
Agus Ferdiana pun mengeluarkansurat edaran, isinya menyatakan seluruh keluarga besar sekolah (SMAN 5 Bandung) tengah berselimut duka yang sangat mendalam atas kepergian almarhum.
“Kami doakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberi ketabahan serta kekuatan,” tulis Agus dalam edaran tertulisnya, Sabtu (14/3/2026).
Menanggapi informasi yang beredar di media sosial (medsos) maupun aplikasi perpesanan mengenai kejadian dugaan pengeroyokan oleh oknum siswa SMAN 2 Bandung, Agus mengimbau semua pihak untuk bijak dan menahan diri.
Kepada semua pihak, diminta agar tidak menyebarkan asumsi liar maupun foto dan video kejadian. Hal itu demi menghormati perasaan keluarga almarhum yang sedang berduka.
“Kami mohon agar tidak menyebarkan asumsi, spekulasi maupun konten visual, karena itu terverifikasi kebenarannya serta menjaga perasaan keluarga almarhum,” ujarnya.
Pihak SMAN 5 Bandung kata Agus, mendukung penuh langkah kepolisian dalam mengungkap fakta sebenarnya secara profesional. Dia pun meminta seluruh warga sekolah untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang beredar.
“Hormati proses dari pihak kepolisian yang sedang berjalan untuk mengungkap fakta,” tuturnya.
Selanjutnya, pihak SMAN 5 Bandung kini menyediakan layanan bimbingan konseling khusus untuk teman almarhum maupun siswa lainya yang terdampak psikologis atas kejadian ini.**
Editor: Yayan Sofyan