MBG Kembali Makan Korban, Kali Ini Giliran Siswa SMAN 1 CIsayong Tasikmalaya Diduga Keracunan

Foto : Istimewa
Salah seorang di antara ratusan siswa SMAN 1 Cisayong Tasikmalaya yang keracunan menu MBG dirawat di rumah sakit.
TASIKMALAYA, KejakimpolNews.com - Setelah Cipongkor Kabupaten Bandung Barat, korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi, Kali ini menimpa ratusan siswa-siswi SMAN 1 Cisayong KabupatenTasikmalaya.
Makanan yang diproduksi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tasikmalaya ini berujung petaka.
Ratusan siswa-siswi SMAN 1 Cisayong satu persatu berjatuhan dengan diawali gejala mual pusing setelah mereka menyantap makanan MBG, diduga makanan MBG tersebut sumber keracunan massal.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Sabtu (11/4/2026), belasan siswa-siswi ini langsung dikirim ke Puskesmas Cisayong untuk mendapatkan penanganan medis.
Seorang siswi di antaranya harus dirujuk ke RSUD KHZ Musthafa karena kondisinya yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
"Tercatat ada 114 pelajar diduga keracunan, 14 di antaranya harus dirawat inap. Menyantap menu MBG nya Rabu (8/4/2026) dan mulai terasa diduga keracunan Rabu malam dan Kamis, bahkan ada hari Jumat," kata Arif, guru SMAN 1 Cisayong kepada wartawan di Puksesmas Cisayong.
Menurut Arif, sebanyak 114 siswa mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, dan buang air terus-menerus. Dari jumlah tersebut, kata Arif, 17 siswa di antaranya harus dilarikan ke Puskesmas Cisayong untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Sementara itu, Camat Cisayong, Ayi Mulyana membenarkan kejadian tersebut. Para korban langsung ditangani petugas medis dengan pemberian cairan infus serta obat-obatan. Sementara itu, siswa lain yang hanya mengalami gejala ringan diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi.
"Sudah ditangani oleh petugas medis. Penyebab dan lainya masih dalam penyelidikan," ungkap Ayi Mulyana.
Sejumlah siswa yang keracunan usai menyantap menu MBG mengaku mereka mulai merasakan gejala keracunan usai mengonsumsi sayur sup dari program MBG.
Petugas gabungan pun langsung mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium. Sejumlah saksi, termasuk para korban, juga dimintai keterangan guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
"Kita dari Forkopimcam Cisayong telah turun tangan untuk pastikan para korban mendapatkan pelayanan medis yang maksimal. Bagi siswa yang merasakan gejala yang sama segera datangi layanan medis terdekat," kata Ayi Mulyana.
Sedangkan Ketua Tim Satgas MBG Tasikmalaya, Ruby Azhari memastikan Pemkab Tasikmalaya langsung menangani persoalan ini secara serius. Satgas sudah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium di Bandung.
Asisten daerah ini menyebutkan bahwa penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam.
"Dugaan keracunan makanan penerima manfaat yang mengkonsumsi menu MBG. Penyebab Masih diselidiki karena baru kita ambil sampel dan dikirim ke lab di Bandung," kata Ruby Azhara.
Satgas MBG pun memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang maksimal. Kejadian ini pun telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Terkait peristiwa tersebut, dapur SPPG) yang bersangkutan telah diberhentikan operasionalnya oleh BGN terhitung mulai Jumat (10/4).
"Ya, kami memastikan korban ditangani dengan baik, laporan ke BGN dan SPPG tersebut telah diberhentikan operasional sementara oleh BGN," kata Ruby.
Ruby pun sangat menyayangkan peristiwa dugaan keracunan program MBG ini kembali terulang. Pihaknya meminta agar seluruh pengelola dapur SPPG lebih berhati-hati dalam mengolah makanan.**
Editor: Yayan Sofyan

