Banjir Kepung Sukamanah Rancaekek, 200 KK Diungsikan, Ratusan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Ragas diterjunkan mengevakuasi warga Desa Sukamanah Rancaekek terdampak banjir
RANCAEKEK, KejakimpolNews.com - Sungai Citarik dan Cikeruh meluap, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung hingga saat ini masih "tenggelam" dan dikepung genangan banjir.
Luapan air dari sungai benar-benar merendam wilayah Desa Sukamanah 17 RW, 56 RT dan 3.000 kepala keluarga (KK), Selasa (14/4/2026).
Terjangan banjir tersebut, selain merendam ribuan rumah, termasuk kantor desa, sejumlah sekolah, mesjid dan jalan, ratusan hektare tanaman padi siap panen terancam gagal karena terendam banjir.
Bahkan dampak banjir tersebut, sekitar 200 KK terpaksa diungsikan karena rumahnya terendam banjir.
"Ya betul hingga saat ini seluruh wilayah Desa Sukakanah masih dikepung banjir. Bahkan, 200 KK diungsikan," kata Kades Sukamanah, Dede Rahim, Selasa (14/4/2026).
Menurut Dede Rahim, 200 KK yang diungsikan tersebut, selain di kantor desa dan rumah saudaranya, ada juga di rumah tetangganya yang tergolong masih aman dari terjangan banjir.Bahkan ragas (perahu) kini diterjunkan untuk mengangkut warga.
"Alhamdulillah terjangan banjir ini tak meminta korban jiwa yang hanya kerugian materi. Saat ini fokus dinas terkait pelayanan kesehatan warga terdampak dan makanan," pungkas Dede Rahim.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain itu, sejumlah sekolah di Desa Sukamanah yakni SDN Yasa Adi, SDN Adi Yasa, TK Adikarya dan SMP Adikarya pun turut terendam banjir sehingga sudah 2 hari sejumlah sekolah tak bisa digunakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Sementara itu, Atep R, salah seorang warga Desa Sukamanah yang juga rumahnya turut terendam banjir membenarkan Desa Sukamanah hingga saat ini masih dipepung banjir.
"Ketinggian air yang merendam Desa Sukamanah bervariasi antara 30 cm, 40 cm, 60 cm hingga 100 cm. Ragas pun kini diterjunkan untuk mengangkut warga di tengah terjangan banjir," ujar Jitep sapaan Atep, salah seorang tokoh masyarakat ini.**
Editor: Yayan Sofyan