Di Bandung 7 Nopember

Asep Sedunia Kembali Gelar KAA

foto

Omay Komar

Asep Mulyana (Aspol) dan Asep Sukendar.

BANDUNG, KejakimpolNews.com -- KAA di sini bukan singkatan dari Konperensi Asia Afrika, tapi Konperensi Asep Asep yang akan berlangsung di gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) Jalan Naripan, Bandung pada Minggu 7 November 2026.

Berbangga dan berbahagialah mereka yang bernama Asep yang tergabung di Paguyuban Asep Dunia (PAD), menyambut acara KAA ke-7 ini. Sebab, di forum ini mereka bisa bertemu dengan mereka-mereka yang bernama sama,
Asep, untuk bersilaturahmi.

Menurut Ketua Panitia KAA ke-7, Dr. Asep Sukendar, M.Pd, Paguyuban Asep Dunia (PAD) ini adalah gerakan sosial. Tujuannya, selain mempertemukan para pemilik nama Asep di seluruh dunia untuk bersilaturahmi, juga untuk mengaktualisasikan diri secara konkret agar berdaya dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Didirikan pada tanggal 1 Agustus 2010, PAD yang pada awalnya bernama Paguyuban Asep (PA) bermula dari chatingan Asep Iwan Gunawan di grup media sosialnya pada tahun 2008. Saat itu ia bertanya dalam bahasa Inggris, "How Many Asep There Are in Facebook?" (Berapa banyak sih nama Asep yang ada di Facebook ini?).

Sungguh luar biasa, ternyata postingan itu mendapat respons dari sejumlah nama Asep.

Maka kemudian, seorang sejarawan yang juga pendiri Komunitas Historia Indonesia (KHI), Asep Kambali, didukung oleh Asep Iwan Gunawan, Asep Bambang Fauzi, Asep RS dan Asep Dudi, mendirikan Paguyuban Asep (PA) di Jakarta pada tanggal 1 Agustus 2010.

Pada Konferensi Asep Asep (KAA) tanggal 25 Oktober 2015 di Bandung, Paguyuban Asep berubah nama menjadi Paguyuban Asep Dunia (PAD).
Perubahan nama ini, menurut Asep Kambali, bukan untuk mengeksklusifkan nama Asep.

Pasalnya, para pendiri PAD menyadari bahwa saat ini nama Asep sudah jarang diberikan oleh orang tua sebagai nama kepada anaknya. Untuk itu, nama Asep perlu dilestarikan.

Pemberian nama KAA, seperti dikatakan oleh Asep Kambali, terinspirasi dari Konperensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di kota Bandung pada tahun 1955, dimana dalam konperensi tersebut Indonesia telah membawa perubahan besar bagi dunia.

Dengan demikian, Konperensi Asep Asep diharapkan oleh Dr. Asep Kambali, S.Pd., MIK, yang kini duduk sebagai Dewan Pakar PAD, dapat membawa perubahan positif.

Kini, Asep sedunia benar-benar mendunia. Dari semula beranggotakan 2.600 pada saat didirikannya komunitas ini pada tahun 2015, saat ini anggotanya berjumlah puluhan ribu yang tersebar di seluruh Tanah Air dan mancanegara.

Mereka pun secara rutin dua tahun sekali mengadakan Konferensi Asep Asep (KAA), nama yang diberikan oleh sang pendiri, Asep Kambali.

KAA ke-7 nanti menurut Asep Sukendar yang sehari-harinya adalah
Konsultan di SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, juga mengundang Gubernur Jabar, Menkopolkam Dudung Abdurachman, Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana, mantan Gubernur BI Burhanudin Abdullah dan lain-lain.

Selain itu juga akan diadakan seminar, yang diharapkan akan menghasilkan "Deklarasi Bandung" terkait dengan Agama, Sosial Budaya, Ekonomi dan Pendidikan (ASEP).

Terpisah, Ketua Pembina DPW PAD Priangan Barat, Aipda Asep Mulyana, SE., MM. (Aspol) mengatakan, dalam Konferensi Asep Asep nanti akan dibahas 7 kesepakatan Asep yang berkaitan dengan Agama, Sosial dan Budaya, Ekonomi dan Pendidikan.

"Tentunya, kesepakatan tersebut dimaksudkan untuk kemajuan dan kemaslahatan umat, bangsa dan negara," ujar Ajudan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Bandung, yang di lingkungannya akrab dipanggil "Aspol" (Asep Polisi).**

Editor : Omay Komar

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Polisi Gulung Sindikat Curanmor di Majalengka, 2 Tersangka Diamankan Kunci T Disita
Gegara Proyek Jembatan Munjul 2 Baleendah Lambat dan Kerap Macet Parah, Massa GEMA Kab. Bandung Unjuk Rasa
Sebuah Minibus Terguling dan Terlentang di KM 2 Tol Soroja
Massa PEMUDA Demo di Lapas Sukamiskin, Desak Benny Napi Korupsi Jiwasraya Pindah ke Nusakambangan
Bupati dan Para Pejabat Kuningan Nikmati Joy Sailing Bersama KRI Dewaruci