Bukan Rp1 Miliar Bonusnya Rp5 Miliar
Shut Up KDM, Dedi Mulyadi: Bukan Berdebat Habis-Habisan Tapi Persib Harus Bertanding Habis Habisan

Foto : Istimewa
Dedi Mulyadi Gubernur Jabar klarifikasi atas spanduk "Shut Up KDM" di GBLA.
BANDUNG, KejakimpolNews,com - Spanduk "Shut Up KDM" yang dibentangkan di depan Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Jumat (24/04/2026) malam, saat Persib Bandung melawan Arema FC, mendapat reaksi berbagai kalangan.
Spanduk ini sepertinya ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat yang akrab dipanggil Kang Dedi Mulyadi (KDM). Hal ini dikaitkan dengan pernyataan KDM di media sosial tentang ada bonus Rp1 miliar untuk Persib dari Menteri Perumahan Maruarar Sirait.
"Shut Up KDM", seolah mengingatkan Gubernur Jabar itu sebaiknya stop bicara, atau hentikan bicara (shut up) tentang Persib. Biarkan Persib berjalan profesional tanpa dicampuradukan dengan politik dan kekuasaan.
Bonus Persib Rp5 Miliar
KDM sendiri dalam unggahannya langsung membalas isi spanduk di GBLA ini, melalui akun pribadinya di media sosial antara lain di FaceBook (FB), KDM menyapa teman-teman khususnya penonton di Tribun Utara GBLA, diawali dengan ucapan terima kasih atas larangan bicara tentang Persib.
Menurut KDM, unggahan sebelumnya di medsos didasarkan pada keinginan agar Persib tetap menjaga profesionalisme dan tetap terjaga tanpa dicederai oleh politik. Untuk itu dirinya kata KDM, mengucapkan terima kasih telah diingatkan (melalui spanduk).
Bahwa mengenai unggahannya di medsos tentang bonus terhadap Persib Rp1 miliar yang disebutkannya, KDM mengakui memang berasal dari "Asep" Ara (Maruarar) Sirait.
"Asep, begitu biasa saya menyebut kepada Bang Ara dengan tambahan Asep, karena dia sudah lama tinggal di Jawa Barat saat kuliah di Univesitas Parahyangan Bandung," kata KDM,
KDM menyebut bonus ini dberikan Maruarar Sirait berawal dari pertemuan bertiga antara dirinya, Maruarar dan Top Manajemen Persib. Dalam kesempatan itu KDM mempertanyakan tentang peluang Persib juara tiga kali berturut-turut atau hattrick.
Dalam diskusi ini ternyata tantangan untuk hattrick sangat berat, oleh karenanya Maruarar kata KDM mengatakan diperlukan supporting atau stimulus.
"Saat itu spontan juga Bang Ara akan memberi bonus pada setiap pertandingan away atau laga tandang ke kubu lawan. Ada lima away yang tersisa, maka setiap away akan dikasih bonus Rp1 miliar, jadi jumlah uangnya Rp 5 miliar untuk lima pertandingan away," ungkap KDM.
Dalam kesempatan itu, KDM juga kembali mempertanyakan kepada Top Manajemen Persib, apakah pemberian bonus itu pelanggaran?, Top Manajemen Persib menjawab, katanya pemberian bonus tidak melanggar aturan.
Namun Maruarar meminta bonus itu tidak usah disampaikan ke publik. Tapi KDM yang merasa ini harus transparan meminta izin diumumkan agar publik mengetahui tentang ada aliran uang sebagai bentuk kecintaan Bang Ara terhadap Persib agar juara tiga kali berturut-turut.
Saat itu kembali Top Manajemen Persib mengatakan tak ada pelanggaran jika dipublikasikan. Itulah peristiwa yang terjadi, hingga akhirnya kata KDM, bonus itu ia publikasikan di medsos.
Di bagian akhir videonya, KDM berharap polemik ini tidak usah berkelanjutan. Hal ini penting agar tekad Persib juara tiga kali berturut-turut menjadi lancar tak ada gangguan apapun juga.
"Itulah peristwa yang terjadi. Tak usah berkelanjutan, fokuslah Persib untuk meraih kemenangan dan hattrick. Terima kasih atas saran dan kritiknya. Sudahlah kita tak usah membicarakan ini secara berkelanjutan, fokuslah Persib untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya, agar harapan dan keingian juara ketiga kalinya tercapai," katanya.
"Untuk itu saya ucapan terima kasih atas saran dan kritiknya, semangat bertanding habis-habisan bukan berdebat habis-habisan di media sosial, Hatur nuhun," pungkasnya.**
Editor: Maman Suparman