Persijap, si Penggoda Persib dan Borneo

Foto : Istimewa
Pemain Persijap Jepara tengah berlatih, jangan anggap enteng.
Catatan IMAM WAHYUDI (iW)
SI penggoda itu bernama Persijap Jepara. Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda tak boleh melupakan keberadaan tim debutan Jepara itu.
Betapa pun, akhirnya cuma Persib dan Borneo yang berhak berebut gelar juara Liga Super Indonesia 2025/2026. Keduanya unggul prestasi "2 Besar" musim kompetisi tahun ini yang sebentar lagi tutup tayang.
Juara sejati tidaklah pas mengandalkan keuntungan dari pertandingan tim pesaing. Berharap kekalahan atau sekurangnya hasil seri dari tim lain itu. Persib dan Borneo bakal all out memenangkan laga pamungkas.
Satu di antara sebagai juaranya. Suasana kekebatinan itu juga mengiringi Persijap dan Malut United, meski tidak dalam posisi rebutan puncak tangga. Malut United ingin pertahankan posisi "5 besar" dan Persijap di urutan 13 yang sudah bebas dari zona degradasi. Torehan kemenangan itu lebih pada catatan laga pamungkas yang kerap dimaknai sebagai prestasi lain.
Catatan menarik Persijap sebagai debutan liga utama, yang naik tangga promosi dari liga 2 tahun lalu. Persijap sempat menggoda Persib Bandung.
Tim Bumi Kartini ini pun mengecoh Borneo FC Samarinda. Tapi, sekali lagi -- dalam pergelaran terakhir -- Persib dan Borneo yang saling curi pandang kejaran puncak musim tahun ini.
Persib dipaksa mengakui keunggulan Persijap 1-2, saat tandang di Jepara, 18 Agustus 2025. Prestasi tim debutan yang bikin bangga para pendukungnya. Catatan kemenangan yang jadi kenangan, justru atas tim juara bertahan.
Saat itu baru memasuki laga kedua yang relatif masih "pemanasan" atau perjalanan awal kompetisi. Apa pun, tetap tercatat sebagai kompilasi hasil pertandingan.
Borneo FC yang juga tengah mengincar gelar juara pernah berurusan dengan Persijap. Pada putaran pertama, Borneo unggul telak 3-1 (14 September 2025). Tapi giliran laga tandang, pekan lalu -- Borneo dibuat celimpungan. Gagal dan ditahan seri tanpa gol.
Itu yang membuat langkahnya gontai menuju puncak tangga. Persib pun sempat dibuat sengkarut hati, saat dibarikade tuanrumah PSM Makasar. Kemenangan Persib pada menit akhir masa injury time melegakan untuk lanjut on the way pertahankan gelar.
Sekarang, pada laga pamungkas -- Persib justru harus menghadapi Persijap. Di Stadion GBLA Bandung, Sabtu sore nanti. Tak mudah melupakan hasil head to head sebelumnya. Minimal hasil draw sudah cukup bagi Persib untuk juara dan juara lagi. Apa pun hasil laga Borneo FC vs Malut United.
Dalam dua laga utama itu, Persib dan Borneo akan membalas kekalahan mereka pada putaran pertama. Dengan kata lain, Persib tak cukup hasil draw. Namun Persib diuntungkan bermain kandang yang sekali gus tekanan psikologis bagi Persijap.
Keuntungan juga dimiliki Borneo sebagai home team lawan Malut United. Siap membalas kekalahan tiga gol tanpa balas, 10 Februari lalu. Bahkan Malut United pun sedang merana, 8 [emain inti termasuk Ciro Alves tak bisa turun karena akumulasi kartu kuning dan merah.
Kalkulasi di atas kertas, Persib diunggulkan. Pun lanjut menggandeng Borneo ke kancah turnamen level Asia. Di lapangan, hal tak terduga bisa terjadi. Persib kembali dijegal Persijap, dan Borneo dicegat Malut United.
Betapa pun minim kemungkinannya. Bahkan spekulasi yang cenderung menegatifkan reputasi liga. Kemenangan laga itu juara dan juara dari hasil kemenangan.**
