Boboko Persib Kuningan Terbentuk Bawa Misi Membangun Budaya Suporter Positif

Foto: Whyr
Suasana meriaj saat berlangsung deklarasi Boboko Kuningan
KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Bobotoh Kolot (Boboko) pendukung Persib merupakan, organisasi yang baru terbentuk memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun budaya suporter yang lebih positif.
Hal itu katakan Dr. H. Deni Hamdani, M Su, saat Pengukuhan dan Pelantikan "Bobotoh Kolot" (Boboko) Distrik Kuningan, di Saung Gunung Resto & Caffe Jl. Raya Kramatmulya-Kuningan, Sabtu (06/06/2026)
Edukasi kepada masyarakat dan komunitas suporter kata H Deni, menjadi salah satu agenda utama yang akan dijalankan Boboko.
"Salah satunya mengedukasi masyarakat ataupun kelompok komunitas suporter lainnya yang ada di Kabupaten Kuningan, agar Bobotoh maupun yang lainnya bisa lebih dewasa lagi," ujarnya.
Kehadiran para Bobotoh senior justru diharapkan mampu menjadi penengah ketika muncul gesekan antarsuporter maupun persoalan yang terjadi di lingkungan pendukung Persib sendiri.
Boboko sebagai senior bisa mendidik adik-adiknya supaya bisa menjaga perilaku dan etika sehingga menjadi lebih baik lagi, kata Kepala Disperkimtan Kuningan itu.
"Kami terbuka untuk berbagai kalangan. Yang terpenting syarat utamanya usia 35 tahun ke atas," kata Deni.
Deklarasi Boboko Kuningan berlangsung meriah dengan kehadiran perwakilan komunitas serupa dari Bandung, Sumedang, Cirebon, hingga sejumlah daerah lain di Jawa Barat. Suasana akrab langsung terasa sejak awal acara.
Sementara itu, Ketua Boboko Pusat, Yukie Sunardjawinata, mengapresiasi positif antusiasme masyarakat terhadap deklarasi distrik Kabupaten Kuningan. Menurutnya, dukungan yang hadir tidak hanya datang dari komunitas Bobotoh, melainkan berbagai tokoh daerah hingga sejumlah figur nasional yang memiliki ikatan darah dengan Kuningan.
Boboko lahir dengan tujuan yang lebih luas daripada sekadar mendukung pertandingan sepak bola. "Kami ingin generasi muda tahu bahwa budaya Sunda adalah warisan leluhur yang harus dijaga. Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh," ujar Yukie.
Ia menilai pengaruh budaya luar yang semakin kuat di tribun sepak bola perlahan membuat identitas lokal mulai terpinggirkan. Karena itu, Bonoko ingin menghadirkan kembali nilai-nilai budaya Sunda sebagai bagian dari karakter Bobotoh.
Harapan lain yang dibawa organisasi ini adalah tumbuhnya semangat persatuan antarsuporter Persib tanpa konflik dan permusuhan yang kerap muncul, terutama di media sosial.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman