Tebar Benih Via Pesawat di Arjasari Bikin Rumah Warga Rusak, Kades Rosiman: Bupati Harus Minta Maaf

Foto : Istimewa
Tebar benih di Arjasari melalui pesawat terbang, ternyata merusak rumah warga di antaranya genting bocor.
ARJASARI, KejakimpolNews.com - Tebar benih melalui udara yang digagas Pemkab Bandung bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara (AU) menuai polemik dan jadi sorotan.
Tujannya menghijaukan kawasan hutan, namun benih-benih yang ditebarkan dari pesawat justru jatuh ke permukiman warga Desa/Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, dan menimbulkan kerusakan rumah.
Kades Arjasari melalui poice note mengatakan protes keras atas pelaksanaan program tersebut. Rosiman mengatakan, penebaran benih tanpa akurasi yang memadai hingga menimpa rumah-rumah warga.
"Penyebaran benih yang akhirnya menimpa rumah warga. Jadi ramai, warga menyebutnya seperti hujan biji-bijian,” ujar Wa Eros sapaan Rosiman, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Wa Eros, jatuhnya benih dalam jumlah besar menyebabkan kerusakan pada atap dan genteng rumah warga. Sejumlah warga mengeluhkan pecahnya genteng akibat benturan benih yang dijatuhkan dari ketinggian.
Tak hanya soal salah sasaran, Wa Eros juga mempertanyakan kualitas benih yang digunakan dalam program tersebut. Dari hasil pengamatan di lapangan, banyak benih yang ditemukan dalam kondisi membusuk dan tidak layak tanam.
“Biji-bijinya diperkirakan tidak akan tumbuh karena banyak yang sudah busuk. Ini seperti menyebarkan sampah, bukan benih,” tegasnya.
Wa Eros juga menilai, pelaksanaan program yang disebut sebagai upaya penghijauan itu terkesan minim kajian teknis dan pengawasan, baik terkait lokasi penebaran, kondisi cuaca, maupun mutu benih.
Pemerintah Desa Arjasari mendesak Pemkab Bandung untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap metode penebaran benih melalui udara.
Wa Eros menyarankan agar ke depan digunakan teknologi yang lebih presisi, seperti drone dan memastikan benih yang disebarkan memenuhi standar kualitas pertanian.
Wa Eros juga menuntut pertanggungjawaban langsung dari Pemerintah Kabupaten Bandung, Bupati Bandung, Dadang Supriatna dan pihak TNI AU atas kerugian yang dialami warga.
"Bupati Bandung harus meminta maaf secara terbuka perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan," tandasnya.
"Jangan sampai niatnya baik, tapi dampaknya malah merugikan warga.
Agar dkkaji ulang, khususnya kepada Bapak Bupati Bandung,” pungkas Wa Eros.
Sebelumnya,
Bupati Bandung Dadang Supriatna bekerjasama dengan jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung mulai melaksanakan kegiatan penebaran benih tanaman melalui metode pesawat terbang (aeroseeding) dengan menggunakan pesawat Casa C-212 milik Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan inisiatif melaksanakan kegiatan penebaran benih tanaman melalui metode pesawat terbang (aeroseeding) ini pasca bencana alam longsor di Kabupaten Bandung, salah satunya di Arjasari beberapa waktu lalu.
"Penebaran benih tanaman ini, saya bekerjasama dengan Forkopimda Pemerintah Kabupaten Bandung, DPRD Kabupaten Bandung, termasuk Pak Jenderal Danlanud Sulaiman dan Pak Danlanud Husain Sastranegara, Pak Dandim 0624/Kabupaten Bandung, Pak Kapolresta Bandung, dan Pak Kajari Kabupaten Bandung," terang Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna di sela-sela kegiatan penebaran bibit tanaman di Lanud Husein Sastranegara Jalan Pajajaran no.156 Kota Bandung, Sabtu (31/1/2026) pagi.
Dadang mengatakan, pengumpulan bibit tanaman dan biji-biji buah-buahan ini terinspirasi pada saat mau pembagian rapor anak-anak sekolah beberapa waktu lalu.
"Alhamdulillah, terkumpul 5,2 juta biji-bijian yang hampir 8 ton yang saat ini siap untuk ditebar di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya, terutama di daerah perbatasan Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung Barat. Lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh kendaraan," terangnya.
Dadang menegaskan dalam kegiatan penebaran benih tanaman ini, sepakat tidak menggunakan APBD, melainkan menggunakan anggaran CSR (Corporate Social Responsibility) dan kolaborasi dengan forum pentahelix.
"Saya ucapkan terima kasih kepada sponsor, yang saat ini membantu kita di antaranya PDAM, untuk kegiatannya dan termasuk ABT (Air Bandung Timur), dan BJB, BPR, dan juga beberapa perusahaan di Kabupaten Bandung. Ini untuk kepentingan dan kebutuhan warga masyarakat Kabupaten Bandung," jelasnya.
Bupati Bandung mengucapkan terima kasih kepada Danlanud Sulaiman, Danlanud Husein Sastranegara, Dandim 0624/Kabupaten Bandung, Kapolresta Bandung, Kajari Kabupaten Bandung, dan Ketua DPRD Kabupaten Bandung.
"Termasuk para pendukung yang sudah bisa respon, dan peka terhadap kebutuhany lingkungan, terutama kepada warga masyarakat Kabupaten Bandung. Terutama untuk kru yang sudah siap membantu warga masyarakat Kabupaten Bandung dan sekitarnya," katanya.
Kang DS berharap sebanyak 5,2 juta biji-biji tanaman yang mencapai kurang lebih sekitar 8 ton itu bisa membantu untuk menahan erosi dan bencana longsor.
"Ini dilakukan, setelah sebelumnya saya pernah melakukan tahun 2004 di kawasan Kamojang Kabupaten Bandung, yaitu melalui pola darat," katanya.**
Editor: Yayan Sofyan
