Setelah Viral, Aparat Turun Tangan Bongkar Rumah Saparudin yang Nyaris Ambruk di Cileunyi

Yayan Sofyan
Rumah Saparudin di Desa Cimekar, Kec. Cileunyi yang nyaris ambruk dan viral akhirnya dibongkar
CILEUNYI, KejakimpolNews.com - Setelah viral, sebuah rumah di Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung yang nyaris ambruk, aparat terkait "kebakaran jengggot" dan akhirnya turun tangan.
Mereka membongkar rumah Saparudin (58) yang dihuni 12 jiwa di Kampung Pasirwangi RT.01/RW 08, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Minggu (5/4/2026).
Aparat yang turun tangan tersebut, selain dinas terkait di Pemkab Bandung, aparat Kecamatan Cileunyi, Polsek Cileunyi dan Pemdes Cimekar, termasuk anggota DPRD Kabupaten Bandung dapil 3.
Sebelumnya, hujan yang seharusnya membawa berkah justru menjadi sumber kekhawatiran bagi Saparudin (58) dan keluarganya. Rumah yang mereka tempati di
Kampung Pasirwangi RT 01/08, Desa Cimekar ini kondisinya memprihatinkan dan terancam roboh.
Bangunan rumah yang sebagian besar ditopang bambu itu sudah mengalami kerusakan di berbagai sisi. Sejumlah bambu bahkan telah tercerabut, membuat struktur rumah semakin rapuh, terutama saat hujan deras turun.
“Enak tidak enaknya, pahit dan manisnya, sudah kemakan. Hanya kesabaran yang jadi obatnya,” kata Saparudin Jumat (3/4/2026).
Rumah tersebut terdiri dari tiga ruangan dengan ukuran terbatas. Hanya satu ruangan yang memiliki tempat tidur dalam kondisi lusuh, sementara dua ruangan lainnya hanya beralaskan tikar.
Keterbatasan ruang penyimpanan membuat barang-barang rumah tangga dan dagangan dibiarkan berserakan, sehingga kondisi rumah terlihat kumuh.
Saparudin pun mengatakan rumah itu merupakan peninggalan ibunya. Sejak ibunya meninggal dunia, ia tinggal bersama 11 anggota keluarga lainnya, termasuk adik dan keponakan.
Saat hujan turun deras pada malam hari, Saparudin harus bergantian dengan adiknya untuk beristirahat, sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu rumah tersebut roboh.
Ia berharap ada bantuan untuk memperbaiki kondisi rumahnya agar lebih layak huni dan aman bagi keluarganya.
"Sudah lama rumah saya yang nyaris ambruk diukur dan di foto beberapa kali oleh aparat. Namun hingga saat ini bantuan tak kunjung datang sehingga kondisi rumah kian parah dan nyaris ambruk,"keluh Saparudin.
Curhatan Saparudin ini pun videonya viral sehingga aparat dinas terkait "kebakaran jenggot" dan turun tangan untuk melakukan penanganan segera.
Sementara itu, Kades Cimekar, Iwan Darmawan ketika dikonfirmasi membenarkan rumah Saparudin yang nyaris ambruk dan viral telah dibongkar untuk direhabilitasi.
"Rumah Saparudin hari ini dibongkar. Besok mulai direhabilitasi karena sebagian materialnya sudah siap," kata Iwan, Minggu (5/4/2026).
Menurut Iwan, anggaran untuk merehab rumah Saparudin Rp 20 juta dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung ditambah dari sejumlah donatur.
Rumah yang nyaris ambruk tersebut tanah warisan untuk keluarga Saparudin, Yati mulyati dan keluarga Cucu Julaeha.
"Berharap rehabilitasi rumah Saparudin berjalan lancar dan ada donatur lainnya yang turut peduli," pungkas Iwan Dharmawan.**
Editor: Yayan Sofyan

