Cicadas Jadi "Caang" Usai Lapak PKL Dibongkar, Penertiban Berlanjut ke Cipadung

Foto: Humas Pemkot Bandung.
Kios PKL di Jalan A.Yani Cicadas Bandung tengah dibongkar.
BANDUNG, KejakimpolNews.com - Kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas Bandung, mulai tampak "caang" alias cemerlang, tidak kumuh dan gelap seperti pemandangan sebelumnya dikelilingi kios/lapak hingga sepanjang trotoar gelap karena tertutup atap kios.
Seperti pemandangan Rabu (20/5/2026), dari belokan Jalan Cikutra hingga ke arah Barat, Jalan Asep Berlian yang sebelumnya berjajar tanpa celah kios PKL, Rabu pagi hingga siang hari mulai dibuka.
Sedbagian rangka kios diangkut, dan trotoarnya disiram air hingga bersih. Wajah pertokoan mulai tampak, pemilik toko umumnya tersneyum ceria karena selama puluhan tahun tokonya dikepung PKL menyebabkan tokonya gelap karena sinar matahari terhalang.
Berlanjut ke Cipadung
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Cicadas mulai menunjukkan hasil signifikan.
Penertiban di ruas Jalan Ahmad Yani disebut telah rampung pada Selasa 19 Mei 2026 dini hari dan selanjutnya Pemkot Bandung akan melanjutkan penataan ke ruas Jalan Cipadung.
Farhan mengatakan, proses penataan dilakukan secara humanis melalui dialog panjang bersama para pedagang. Bahkan, pembongkaran lapak dilakukan secara mandiri oleh para PKL setelah tercapai kesepakatan bersama.
“Tadi subuh sudah dipastikan selesai untuk ruas Jalan Ahmad Yani. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu 20 Mei 2026.
Menurutnya, pendekatan komunikasi menjadi kunci utama keberhasilan penataan kawasan Cicadas. Sejak awal memilih jalan dialog dibanding langkah represif agar proses berjalan kondusif dan tetap menjaga kepentingan masyarakat kecil.
“Kalau mau menggusur orang itu harus ngobrol dulu. Memang prosesnya lama tapi hasilnya lebih baik,” ujarnya.
Farhan mengungkapkan, dirinya secara langsung memantau perkembangan penataan kawasan tersebut hampir setiap pekan. Bahkan hingga Selasa subuh, ia masih berada di lapangan untuk memastikan proses berjalan tuntas bersama gabungan organisasi perangkat daerah.
Setelah pembongkaran selesai, fokus berikutnya adalah pembenahan infrastruktur dasar terutama sistem drainase yang selama ini terganggu karena tertutup bangunan dan lapak PKL.
Farhan menjelaskan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung akan segera membuka akses kontrol bak drainase agar aliran air kembali normal dan kawasan Cicadas terbebas dari persoalan genangan.
“Drainase akan diperbaiki dulu karena banyak kontrol bak yang tertutup. Itu yang sekarang dibenahi,” jelasnya..
Tak hanya penertiban, Pemkot Bandung juga menyiapkan konsep penataan baru bagi kawasan tersebut. Farhan menyebut, para PKL nantinya tetap bisa berusaha di lokasi yang sama namun dengan model bisnis dan tata kelola yang berbeda agar lebih tertib dan nyaman.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam proses penataan kawasan Cicadas. Menurutnya, dorongan dari Gubernur Jawa Barat turut memperkuat langkah penataan yang selama ini berjalan bertahap.
“Alhamdulillah dibantu oleh Pak Gubernur. Jadi, ada dorongan tenaga yang sangat kuat dari Pak Gubernur,” tuturnya.**
Editor: Soni Hadi