Sekolah dan Posyandu di Cileunyi Umumnya Tolak MBG, Ini Alasannya

Yayan Sofyan
MBG bagi bumil, busui dan balita di Posyandu Puspa Sehat 07, Desa Cinunuk
CILEUNYI, KejakimpolNews.com - Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) umumnya sekolah dan Posyandu di sejumlah desa di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung ternyata menolak.
Meski secara umum menolak, namun tetap dilaksanakan dengan terpaksa karena ada "tekanan" dari sejumlah pihak yang khawatir terkena dampak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah alasan mengapa mereka secara tidak langsung menolak kehadiran MBG ke sekolah yang disalurkan oleh belasan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)?
Di antaranya kata mereka, jadi ajang korupsi sejumlah petinggi Badan Gizi Nasional (BGN), MBG yang dikirim dapur SPPG menu tak sesuai dengan harga yang ditetapkan, menu MBG banyak tak dimakan para penerima manfaat (mubazir) dan jadi beban guru-serta kader-kader Posyandu.
"Betul, secara tak langsung sekolah dan Posyandu membagikan MBG karena terpaksa karena ada "tekanan", kata salah seorang kepala SD di Cileunyi, Kamis (16/7/2027).
"Program MBG sebenarnya bagus namun pelaksanaan di lapangan banyak mudaratnya. Lebih baik diganti dengan program lain yang lebih manfaat, efektif dan tepat sasaran. MBG yang katanya gratis sebenarnya tidak karena uangnya dari rakyat juga," ungkapnya.
Menurutnya, MBG untuk murid SD di Cileunyi seperti di Desa Cinunuk, meski saat sekolah libur sempat MBG berhenti, namun saat sekolah kini mulai masuk belum ada pengiriman MBG.
"Menurut informasi, pengiriman MBG ke sekolah katanya akan dimulai Senin akan datang," kata kepala SD di Cinunuk.
Ketika ditanya benarkah sekolah dapat insentif sehari Rp 100 ribu saat pembagian MBG ke sekolah.
"Itu tidak benar, di SD kita dapat insentif Rp 30 ribu itu pun saat MBG dikirim. Sementara di TK dapat insentif Rp 20 ribu. Jika MBG berhenti, insentif pun berhenti," tuturnya.
MBG ke Posyandu
Sementara itu, pengiriman MBG ke Posyandu di Kecamatan Cileunyi, termasuk di Desa Cinunuk untuk ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui) dan balita sudah berjalan.
"MBG untuk bumil, busui dan balita yang dikirim dapur SPPG ke Posyandu Sehat 07 sudah berjalan 2 hari mulai tanggal13 Juli 2027," kata Pepen, Ketua RW 07, Desa Cinunuk.
Diketahui, menu MBG untuk balita di salah satu Posyandu di Desa Cinunuk sebelumnya dikeluhkan para orang tua. Alasannya, selain tak layak, juga nilainya dibawah Rp 6.000/porsi.
Kasus korupsi yang menjerat petinggi BGN, belasan dapur SPPG program MBG di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung berhenti beroperasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, berhentinya belasan dapur SPPG ini, terkait dengan sejumlah pelanggaran oleh pengelola SPPG.
Sebelumnya Kasi Sosbud Kecamatan Cileunyi, Gumelar Sjahfarid S.Pd., M.Pd ketika dikonfirmasi membenarkan adanya belasan dapur SPPG yang berhenti sementara operasionalnya.
“Yang saya tahu dan berdasarkan laporan, dari 28 dapur SPPG ada 12 dapur SPPG di Cileunyi berhenti beroperasi,” kata Gumelar beberapa waktu lalu.
Namun ketika dikonfirmasi apakah ke 12 dapur SPPG yang berhenti beroperasi tersebut sudah kembali beroperasi dan apakah benar umumnya sekolah dan posyandu di Cileunyi menolak MBG, ketika dikonfirmasi via telepon, Gumilar belum meresponnya meski WA nya aktif.
Begitu pula, Abnu Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG se Kecamatan Cileunyi ketika dikonfirmasi terkait berhentinya belasan SPPG di Cileunyi dan umumnya sekolah dan Posyandu di CileunyI umumnya menolak MBG tersebut, melalui telepon dan chat WA, meski HP-nya aktif belum merespon.**
Editor: Yayan Sofyan
