Kecelekaan Maut di Indramayu
11 Pengantar Calon Pengantin Tewas Saat Mobil Pick Up yang Ditumpanginya Ditabrak Truk Tronton

Foto : Istimewa
Mobil pick up yang mengangkut rombongan pengantar calon pengantin tampak ringsek.
INDRAMAYU, KejakimpolNews.com -- Tragis, sebanyak 11 orang pengantar calon pengantin tewas ketika mobil pik up yang ditumpanginya diseruduk truk tronton. Tak ayal lagi, mobil ringsek, penumpang di dalam bak pick up bergelimpangan di jalan raya sebagian tewas di tempat sebagian lagi luka berat dan ringan..
Insiden maut Minggu (12/7/2026) ini berlangsung di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat tepatnya jalan raya kawasan Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.
Saksi mata di lokasi menyebutkan, mobil pick up nomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan Warsidi setelah mengantar calon pengantin berniat pulang, sopirnya hendak berputar arah di median jalan.
Pada saat bersamaan, dari arah yang berlawanan melaju truk tronton bernomor polisi B 9260 TEV yang dikemudikan Deden Ibad. Tak ayal lagi truk menghantam pick up.
Karena benturannya cukup keras, tak ayal lagi mobil berisi penuh penumpang ini langsung dihantam, penumpanganya bergelimpangan, tercatat 11 korban tewas dan belasan lainnya luka berat dan ringan.
Satlantas Polres Indramayu langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), selain mengevakuasi para korban ke rumah sakit dan puskesmas terdekat, juga mengevakuasi mobil pick up yang telah ringsek. Hingga ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Saksi mata menyebutkan, tabrakan begitu keras dan diduga karena pick up beloknya tiba-tiba tak melihat ada truk tronton tengah melaju dekat sekali, hingga benturan tak terhindarkan.
Seperti diakui Deden Ibad sopir truk tronton kepada polisi. Dia mengaku, tidak sempat menghindari mobil pick up karena tiba-tiba melakukan manuver berputar arah.
Dia sendiri mengakui tak tega melihat belasan orang bergelimpangan dengan luka-luka mengerikan seuasai tabrakan. Bahkan banyak korban yang berjatuhan ke jalan dysertaiu jerit tangis dan rintihan.
Sebagian korban kata anggota Polsek Lohbener, langsung mengevakuasi para korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang dan Rumah Sakit Mitra Plumbon Widasari untuk mendapatkan penanganan medis dibantu warga setempat.
Sedangkan korban yang mengalami luka berat, terutama di bagian kepala, tidak dapat diselamatkan. Data sementara mencatat 8 korban meninggal dunia di RS Bhayangkara Losarang dan 3 korban lainnya meninggal di RS Mitra Plumbon Widasari, sehingga total korban tewas mencapai 11 orang.
dari seluruh korban meninggal jasadnya telah dibawa keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan. Sementara itu, keluarga korban lainnya masih menunggu proses identifikasi dan pemulangan jenazah.**
Editor: Sonni Hadi
