Ketika Ny. Iis Menguji Kesabaran di Bawah Flyover Kiaracondong

Yayan Sofyan
Kemacetan dan kendaraan melawan arus di bawah flyover Kiaracondong
BANDUNG, KejakimpolNews.com-Kondisi kawasan di bawah flyover Kiaracondong, Kota Bandung saat ini kian parah dan menyesakkan.
Bagaimana tidak, selain bangunan liar (bangli), lapak PKL marak di atas trotoar dkan pengendara melawan arus, juga badan jalan pun tersita parkir mobil serta motor.
Kondisi ini kerap terjadi kemacetan sementara polisi jarang berada di lapangan untuk mengurai kemacetan yang ada hanya terlihat sejumlah pak ogah dan juru parkir.
Kemacetan parah kerap terjadi di sekitar lintasan kereta api, depan Pasar, Mapolsek Kiaracondong dan di sejumlah putaran jalan.
Kondisi yang hampir tiap hari terjadi, terutama pagi hari, membuat Ny. Iis Rohaeti (50) geleng-geleng kepala ketika melintasi di kawasan bawah flyover Kiaracondong (Jalan Ibrahim Adjie).
Ny. Iis warga Kelurahan Babakansari, RW 06, Kecamatan Kiaracondong ini mengaku heran dengan kemacetan yang terjadi di jalan tersebut, sekaligus khawatir.
"Jangankan pakai motor macetnya minta ampun. Jalan kaki saja saat mau ke pasar, trotoar ditempati bangli dan lapak PKL. Begitu juga badan jalan penuh parkir mobil dan motor," ujar Ny. Iis, Rabu (12/8/2026).
Sayangnya, kata Ny. Iis saat kemacetan jarang sekali melihat polisi untuk mengurai kemacetan. Yang ada hanya pak ogah dan juru parkir.
Menurut Ny. Iis, sudah hal biasa pengendara motor melawan arus lalu lintas di jalan tersebut, terutama di sekitar lintasan kereta api dimana jalan menuju Stasiun Lama, Jembatan Opat dan Jalan Stasiun baru. Dibutuhkan kesadaran tinggi bagi para pengendara agar tidak melanggar lalu lintas.
"Sepertinya susah untuk menaati peraturan, tiap hari seperti ini. Pengendara yang melawan arus banyak. Belum lagi keberadaan bangli dan lapak PKL yang menyita trotoar hingga badan jalan," tutur Ny. Iis
Ny. Iis pun mengaku emosi saat para pelanggar lalu lintas ini melintas dengan menunjukkan wajah 'dingin'. "Wajahnya lurus-lurus saja, seperti orang benar saja, padahal salah. Belum lagi saat akan ada kereta lewat dan palang pintu sudah menjaganya, banyak pengendara menerobos," ujar Ny. Iis.
Apalagi menurut Ny. Iis, di pagi hari banyak pedagang yang berjualan di bahu kiri dan kanan jalan. Para pengendara yang melintas pun ibarat menerobos jalan di pasar.
"Ini kan jalan umum, mengapa mereka berjualan nutup jalan gitu. Nah, kebiasaan-kebiasaan seperti ini harus diperbaiki dan jangan dinormalisasi," tuturnya.
"Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung jangan diam. Hal-hal seperti ini 'kan bisa diantisipasi. Ada kabar bangli dan lapak PKL di bawah flyover Kiaaracondong segera ditertibkan bagus dan ini harus untuk meminimalisir kemacetan dan kumuh,"pungkas Ny. Iis
Keluhan yang sama dilontarkan Wawan (40), sopir truk boks. Wawan mengaku kerap kesulitan mengemudikan truknya saat menerobos keramaian di jalan tersebut.
"Jika ada kendaraan lawan arus, jaraknya berdekatan. Jujur tidak kelihatan, apalagi tak ada kernet. Saya suka sedikit berdiri agar tidak ada yang ke tabrak,"ujar Wawan.
Wawan mengatakan, ia kerap mengantarkan stok makanan ke minimarket-minimarket yang ada di kawasan Kiaracondong. Ia berharap pemerintah bertindak supaya jalan tersebut tidak menjadi langganan kemacetan.
"Ya, harus ada tindakan, supaya ada perubahan. Kalau dibiarkan, macet bakal terus terjadi. semoga pemerintah segera turun tangan untuk menanganinya," pungkas Wawan.**
Editor:Yayan Sofyan