Aiptu Asep Suhara Gugur di Jalan Merdeka Usai Motornya Ditabrak Sedan yang Dikemudikan Remaja Mabuk

Foto : Istimewa
Inilah sedan yang dikemudikan remaja diduga mabuk hingga menabrak motor yang dikndarai Aiptu Asep Suhara. Sebelum wafat, almathum sempat menulis statusa di HP nya.
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Tragis nian nasib yang menimpa Aiptu Asep Suhara. Anggota Polrestabes Bandung, Aiptu Asep Suhara meninggal dunia setelah sepeda motor Varionya dihantam sedan Minggu (9/8//2026) dini hari di Jalan Merdeka Bandung.
Anggota Sat Samapta Polrestabes Bandung ini langsung terkapar bersama sepeda motornya, sedangkan sedan hitam yang ditumpangi empat remaja terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan ini bukannya berhenti malahan kabur dari lokasi kejadian Jalan Merdeka, tak jauh dari Hotel El-Royale, Kota Bandung.
Namun karena tragedi ini terekam di video CCTV, polisi pun berhasil mengidentifikasi sedan dan juga mengamankan rekaman detik-detik tabrak lari. Keempat anak muda penumpang sedan ini klhususnya sang pengemudi diduga dalam pengaruh alkohol. Diduga ia mabuk sehingga saat menjalankan mobilnya menabrak Aiptu Asep.
Korban sendiri dikabarkan baru saja usai bertugas patroli malam di Jalan Merdeka, Kota Bandung. Dalam rekaman CCTV yang dirilis Humas Polda Jawa Barat, tampak pelaku mengendarai mobil sedan warna hitam yang ditumpangi 4 anak muda.
"Berdasarkan rekaman yang diperoleh serta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, insiden tersebut melibatkan kendaraan roda empat yang ditumpangi empat orang, terdiri dari dua pria dan dua wanita, serta sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi D-3649-ADV," tulis keterangan Humas Polda Jawa Barat dikutip Senin (10/8/2026).
Berdasarkan rekaman CCTV, sedan itu bukannya berhenti untuk menolong, pengemudinya justru tancap gas kabur meninggalkan korban yang terkapar di lokasi.
"Usai kejadian, pengemudi kendaraan roda empat tersebut diduga meninggalkan lokasi tanpa memberikan pertolongan kepada korban," lanjut keterangan Humas Polda Jabar.
Kepergian Aiptu Asep Suhara disambut dengan keprhatinan dan kesedihan terutama di kalangan rekan kerjanya di Polrestabes Bandung. Bahkan yang paling menyentuh hati, almarhum Aiptu Asep Suhara sebelum menulis sempat m,enulis status di handphonenya isinya sebagai Berikut:
"Aku Gak minta hidup selamanya.
Aku cuma ingin diuberi kesempatan
melihat anakku tumbuh besar
dengan baik.
Melihat senyumnya setiap hari,
mendengar ceriota-certitanya, dan
menemaninya melewati setiap
fase hidupnya.
Ya Allah selama anakku masih
membutuhkan aku,
tolong jaga aku.
Sampai suatu hari nanti ia benar-benar
kuat menjalani hidupnya sendiri".
Kini almarhum Aiptu Asep Suhara telah dikebumikan di TPU wilyah Gumuruh Kota Bandung dengan upacara khusus, peti mati yang bebalut bendera merah putih ini perlahan telah masuk ke liang lahat diirtingoi doa dan air mata tak hanya keluarganya, juga rekan-rekan seperjuanganya
Almarhum Aiptu Asep Suhara yang tinggal di Gang Gumuruh VI, Kelurahan Gumuruh, Kota Bandung, wafat saat usianya 48 tahun. Alamrhum meninggalkan seorang istri bernama Eka Yulianti (36) dan empat orang anak, yakni Muhammad Rizki Ramdani, Muhammad Kevin Maeswara, Kinara Azalia Maeswari, dan Muhammad Kiandra Oktariandi.
Berita duka dan ucapan bela sungkawa tak hanya dari Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Polisi Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H, juga dari Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Kombes Pol Dedi Supriyadi, S.I.K. yang merasa kehilangan anak buahnya yang terbaik.**
Editor: Maman Suparman