Keren dan Kejutan, Karnaval 17 Agustusan di Cileunyi Wetan, Diikuti "Presiden Prabowo"

Yayan Sofyan
Karnaval 17 Agustusan di Desa Cileunyi Wetan dihadiri Presiden "Prabowo"
CILEUNYI, KejakimpolNews.com -- Karnaval atau arak-arakan dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung sudah digelar dan umumnya dilaksanakan, Senin (17/8/2026).
Meski karnaval tidak digelar serempak untuk tingkat kecamatan dan pelaksanaannya di masing-masing desa/RW, namun berjalan aman dan kondusif.
Dalam karnaval yang digelar di 7 desa terekam foto dan video kreasi seni budaya, kamonesan dan ornamen lainnya yang unik serta menghibur. Termasuk spanduk dan ornamen dinilai unik, kritis dan kesan keluh kesah masyarakat.
Seperti karnaval yang digelar di Desa Cileunyi Wetan, ada pemandangan unik dan menghibur, dimana karnaval dihadiri Prisiden Prabowo Subianto. Namun, kehadiran Prabowo saat karnaval di Desa Cileunyi Wetan ini bukan sebenarnya.
Sosok Prabowo ini ditampilkan oleh seorang anak dengan gaya khas Prabowo dari mulai ekspresi wajah, berjalan dan berjoget. Termasuk pakaiannya khas Prabowo dengan safari warna krem, berkaca hitam dan ber peci hitam.
Sontak, pemandangan yang ditampilkan karnaval anak-anak dari Kampung Cibiru Beet RW 15, Desa Cileunyi Wetan ini jadi perhatian massa dan menghibur serta videonya viral di media sosial. Seperti yang diunggah akun TIkTok - yoga doank 03.
Bagaimana tidak, dalam video tersebut, seorang anak di depan rombongan arak-arakan, tepat di spanduk besar yang dibawanya dengan piawainya memperagakan gaya khas Probowo. Seperti ekspresi, cara berjalan dan joget dengan pakaian safari pendek, kaca mata serta peci hitam.
"Memang keren euy, ada Presiden Prabowo ikut karnaval di Desa Cileunyi Wetan. Dalam tingkahnya, sang anak ini memperagakan sosok Prabowo tanpa cela. Salut buat anak tersebut," kata Ny. Lilis (44), warga Desa Cileunyi Wetan.
Namun ada juga sejumlah warga menilai, meski ini karya ornamen, namun tak layak ditampilkan karena dinilai pelecehan terhadap Presiden Prabowo.
"Meski ini tergolong seni ornamen tak layak ditampilkan. Baru kali ini Presiden jadi bahan lelucon," tulis di akun TikTik-yoga doang 03.
Pemandangan yang jadi perhatian pun terlihat saat karnaval di Desa Cinunuk di lapangan Cendol. Selain menampilkan kreasi seni, kamonesan dan ornamen lainna, ada spanduk yang dibawa embak-embak jadi perhatian. Ada dua tulisan di spanduk yang dibawa embak-embak bernada curhatan. Kedua tulisan tersebut, "Merdeka Hanya Untuk Para Pejabat" dan "Kembali Pulihkan Ekonomi".
Aman dan Kondusif
Sementara itu, Camat Cileunyi, Cucu Endang mengatakan, perayaan dalam menyambut dan memperingati HUT ke-81 RI secara umum di 7 desa di Kecamatan Cileunyi berjalan relatif aman dan kondusif.
"Gelaran karnaval atau arak-arakan 17 Agustutan untuk tingkat Kecamatan Cileunyi yang diikuti 7 desa tidak diadakan. Karnaval diselenggarakan di wilayah desa/RW masing-masing," kata Cucu, Kamis (20/8/2026).
Mengapa karnaval untuk tingkat Kecamatan Cileunyi yang diikuti 7 Desa seperti di kacamatan lain ditiadakan? "Karena banyak masukan dari banyak pihak, karnaval tingkat kecamatan yang diikuti 7 Desa ditiadakan,"ujarnya.
"Pertimbangan utama, selain akan berdampak kemacetan lalu lintas, juga rawan akan hal-hal yang tak diinginkan," ungakap Cucu Endang.
Hal senada dilontarkan Bhabinkamtibmas Desa Cinunuk, Aipda Heri Maryadi. "Alhamdullah karnaval 17 Agustusan di 7 desa di Kecamatan Cileunyi, khususnya di Desa Cinunuk, lancar, aman dan kondusif," ujar Heri.**
Editor: Yayan Sofyan


