Jelang Hari Jadi Kota Bandung, Pemda dan Warga Kompak Beberesih do 30 Kecamatan dan 151 Kelurahan

Foto: Humas Pemkot Bandung.
Aparat Pemkot Bandung, kecamatan hingga keluarahan, bersama warga Jumat (19/9) serempak beberesih lingkungan menyambut Hari Jadii Kota Bandung.
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar kegiatan Bebersih Bandung secara serentak di 30 kecamatan, 151 kelurahan, serta seluruh perangkat daerah, Jumat 18 September 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB) yang akan diperingati pada 25 September mendatang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan, kegiatan bebersih yang dilaksanakan sepekan sebelum peringatan HJKB telah menjadi tradisi sekaligus momentum untuk memperkuat budaya menjaga kebersihan lingkungan di tengah masyarakat.
"Sebagai sebuah tradisi, satu minggu sebelum ulang tahun Kota Bandung kita mengerahkan warga semuanya untuk bebersih. Ini juga sebagai persiapan menyambut akhir pekan yang cukup sibuk karena ada banyak event di Kota Bandung," ujar Farhan di Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Menurutnya, pelaksanaan Jumat Bersih (Jumsih) kali ini terasa lebih ringan karena masyarakat telah terbiasa melakukan kegiatan serupa secara rutin selama lebih dari 20 pekan terakhir.
"Sekarang Jumsih ini menjadi sangat ringan karena sudah lewat 20 minggu setiap minggu subuh kita bersih. Kebiasaan dan pembiasaannya sudah berjalan. Saya senang karena budaya ini sudah begitu melekat dan bisa diterima oleh seluruh masyarakat," katanya.
Farhan berharap, semangat gotong royong yang terus tumbuh di tengah masyarakat dapat menjadi modal penting dalam menyambut HJKB ke-216.
"Mudah-mudahan minggu depan saat kita merayakan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung, semuanya betul-betul siap dan bersih," ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, sampah yang paling banyak ditemukan di lapangan didominasi oleh sampah daun dan plastik. Pemkot Bandung pun menerapkan pemilahan sampah sejak dari sumber untuk memaksimalkan proses pengolahan.
"Sampah yang paling banyak ditemukan itu daun dan plastik. Karena itu kita pisahkan. Sampah plastik ada yang bernilai tinggi dan bernilai rendah. Yang bernilai rendah kita masukkan ke pabrik RDF, sedangkan yang bernilai tinggi kita bawa ke tempat daur ulang," jelas Farhan.
Ia menilai, partisipasi masyarakat dalam kegiatan Bebersih Bandung terus menunjukkan tren positif. Bahkan sejak pagi hari, warga sudah mulai turun ke lingkungan masing-masing untuk ikut membersihkan kawasan sekitar.
"Partisipasi masyarakat sangat antusias. Sebelum pukul 06.30 WIB warga sudah ramai keluar rumah. Saya sejak subuh berkeliling melihat langsung, dan memang ramai warga yang ikut serta membersihkan lingkungan," tuturnya.
Farhan menambahkan, antusiasme warga tersebut menunjukkan bahwa gerakan kebersihan tidak lagi sekadar program pemerintah, melainkan telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Kota Bandung.**
Editor: Sonni Hadi