Lahan di Ciumbuleuit Terbakar Hebat, 19 Warga Terkena ISPA, Sekolah dan RS Salamun Terpapar Asap

  • Sonni Hadi
  • Selasa, 15 September 2026 | 18:35 WIB
foto

Foto: Humas Pemkot Bandung.

Mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan lahan kosong yang terbakar hampir 12 jam di Ciumbuleuit.

BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Lahan kosong yang banyak ditimbuni barangkal dan sampah Selasa (15/9/2026) terbakar hebat berlangsung hampir 12 jam. Kebakaran tepatnya di Jalan Rereongan Sarupi, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung.

Akibatnya, karena diduga mengirup gas metan dari kebakaran, sebanyak 19 warga sekitar terdampak kena insfeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga Dinas Kesehatan Kota Bandung menerjunkan tim kesehatan untuk menangani warga terdampak.

Lahan kosong yang terbakar tersebut milik swasta, selama ini menjadi tempat penimbunan barangkal atau puing dan penimbunan sampah ilegal hingga akhirnya menimbulkan munculnya gas metan.

Siang itu Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan langsung meninjau lokasi kejadian, dia mengatakan, pihaknya akan menutup lahan itu, kemudian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mengumpulkan semua data atau bukti dari semua pihak.

Wali Kota berjanji akan melaporkan kepada Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan penyelidikan awal. Jika terjadi ada indikasi tindakan pidana lingkungan hidup, ia akan melaporkannnya sebagai pelanggaran pidana.

Apalagi akibat kebakaran tersebut sebanyak 19 warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat asap kebakaran lahan yang terjadi di RT.01 RW.10 Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan dirinya mendapat laporan Dinas Kesehatan Kota Bandung, mayoritas warga mengalami ISPA, sementara beberapa lainnya mengalami asma, hipertensi, dan sejumlah penyakit lainnya.

"Sejauh ini warga yang terdampak akibat kebakaran ini kurang lebih 19 orang," kata Farhan.

Ia menjelaskan, sebagian besar gangguan kesehatan yang dialami warga berkaitan dengan paparan asap dari kebakaran yang telah berlangsung sejak malam sebelumnya.

"Sudah hampir pasti yang mengalami ISPA ini terkena dampak asap. Nanti saya akan memastikan kembali dengan mengunjungi posko kesehatan," ujarnya.

Farhan memastikan Dinas Kesehatan telah membuka layanan pemeriksaan bagi warga terdampak melalui posko kesehatan yang berada di RW 10.

Seluruh warga yang mengalami keluhan kesehatan telah mendapatkan pemeriksaan awal dan saat ini berada di rumah masing-masing.

Selain permukiman warga, kepulan asap juga berdampak pada sejumlah fasilitas publik di sekitar lokasi.

Tiga sekolah yang terdiri atas satu SMP dan dua SD dilaporkan terdampak asap. Meski demikian, proses belajar mengajar tetap berjalan normal.

"Kena asap, tetapi tidak menghentikan proses belajar mengajar. Tetap berjalan," kata Farhan.

Selain sekolah, Rumah Sakit Salamun yang berada tidak jauh dari lokasi juga ikut terdampak kepulan asap.

Karena itu, Pemkot Bandung terus memantau kondisi kesehatan masyarakat dan kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran hingga situasi dinyatakan aman.

Farhan mengimbau warga yang mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.**

Editor: Sonni Hadi

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Pangdam III/Siliwangi dan Wagub Jabar Lepas Peserta Jambore Royal Enfield, Reborn Indonesia
Hadapi Potensi Gempa Dahsyat Sesar Lembang, BPBD Kota Bandung Adakan Simulasi Evakuasi Mandiri
8 Tim Kecamatan Berebut Tiket ke Semifinal Bupati Cup 22-23 Agustus 2026
Abu Vulkanik Mendarat di Sumedang, Ini yang Dilakukan Polsek dan Koramil di Pamulihan
Para Pejabat Pemkab Kuningan Ziarahi Makam mantan Bupati di Bandung, Cirebon dan Tasikmalaya