Sekda Jabar Ungkap Biang Kerok Banjir yang Kerap Menerjang Cibaduyut

foto

Foto : Istimewa

Drainase di bawah/kolong Tol Cibaduyut yang menjadi penyebab banjir.

BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Banjir berulang yang melanda kawasan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, tepatnya bawah jematan tol ternyata ini biang keroknya.

Dua biang kerok infrastruktur utama banjir yang kerap melanda kawasan tersebut diungkap Pemprov Jabar, yaitu adanya saluran drainase yang buntu akibat terhalang pilar jalur kereta cepat Whoosh dan penumpuknya sampah.

Setelah dilakukan peninjauan langsung di perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung ini, Sekda Jabar, Herman Suryatman, menjabarkan rincian penyebab mengapa air selalu meluap hingga mencapai 50 sentimeter di kawasan sentra sepatu tersebut, Selasa (3/11/2026).

1.Drainase buntu dan terhalang pilar jalur kereta cepat.
Di wilayah Cibaduyut yang masuk area Kota Bandung, ditemukan saluran drainase yang posisinya mentok dan tidak memiliki jalur lanjutan (konektivitas) menuju sungai karena terhalang oleh tiang/pilar jalur Whoosh milik KCIC. Akibat tidak adanya pipa pembuanngan lanjutan, air hujan akhirnya hanya tertampung, berputar di area tersebut (cai mulek), lalu dengan cepat tumpah membanjiri jalan raya.

2. Penyempitan Saluran dan Tikungan Tajam
Di area yang masuk Kabupaten Bandung, masalah diperparah oleh desain geometris saluran air. Aliran air dari sungai yang masuk ke drainase mengalami penyempitan drastis dan berbelok patah dengan sudut hingga 90 derajat. Akibatnya, arus air memantul kembali dan meluap ke permukaan jalan saat volume air melonjak tajam.

3. Sumbatan Sampah yang Klasik
Selain masalah pilar, volume drainase dan sungai di kawasan perbatasan ini dipenuhi oleh tumpukan sampah. Sampah yang menyumbat gorong-gorong membuat daya tampung infrastruktur yang sudah terbatas menjadi semakin tidak berfungsi optimal saat diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Langkah Penanganan

Solusi Jangka Pendek: Pemprov Jabar bersama dinas terkait telah mengerahkan lebih dari 100 petugas gabungan untuk melakukan pembersihan sampah dan pengerukan saluran air secara massal sebagai tindakan darurat.

Solusi Jangka Panjang: Pemprov Jabar mendesak pihak KCIC untuk segera membenahi konektivitas drainase sepanjang kurang lebih 20 meter agar tersambung langsung ke sungai terdekat.                                                    Pembangunan jaringan drainase baru yang terintegrasi penuh ke
Sungai Cangkuang sedang disiapkan dengan target penganggaran resmi pada tahun 2027.                                                                            Sekda Jabar, Herman Suryatman yang terjun langsung ke lokasi saat pembersihan sampah di kawasan Cibaduyut, Selasa (3/11/2026) membagikan momen kegiatan kerja bakti bersama jajaran pemerintah daerah.

Dalam unggahannya, Herman menyampaikan pesan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan meminta izin agar dirinya bersama camat dan lurah turun langsung masuk ke gorong-gorong.

Langkah tersebut dilakukan agar pekerjaan bakti membersihkan saluran air bisa lebih cepat diselesaikan.

Aksi turun langsung ke lapangan ini menjadi gambaran keterlibatan jajaran pemerintah daerah dalam kegiatan kebersihan lingkungan.

“Biar cepat selesai kerja baktinya,” tulis Herman dalam unggahannya.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Musim Hujan Tiba, Wali Kota Minta Camat dan Lurah Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Duhhh... TPA Sarimukti Bakal Penuh Akhir 2026, Pemprov Jabar Putar Otak Siapkan Strategi Penanganan
Cegah Banjir Musim Hujan, Pemkot Bandung Bangun Dua Rumah Pompa dan 3,9 Kilometer Drainase Baru
Hari Jadi Kota Bandung 216, Siap Hadirkan Pawai Budaya Keragaman Seni dan Identitas Daerah
Dinkes Kota Bandung Luncurkan 'Si Geulis' Demi Perkuat Tata Kelola Obat Berbasis Data