"Teror Pocong" di KBB Dipastikan Hoaks Produk AI, 5 Remaja Pelaku Terciduk

Foto : Istimewa
Rizki (tengah) dan empat temannya mengaku telah membuat konten posong untuk nge-prank warga. Iapun meminta maaf.
BANDUNG BARAT, KejakimpolNews com - Video maupun foto yang menampilkan sosok “pocong” yang beredar di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dipastikan bukan kejadian nyata.
Berdasarkan hasil penelusuran, konten tersebut merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan dan bukan peristiwa sebenarnya.
Bahkan, 5 remaja yang telah melakukan aksi "pocong" palsu ini sekadar prank dan lelucon atau untuk menakut-nakuti ini telah berhasil terciduk polisi.
Kelima remaja yang terciduk polisi yang katanya pocong telan beraksi Kampung
Kiarapayung, Desa Mekarsari , Kecamatan Ngaprah, KBB telah minta maaf, sekaligus klarifikasi.
Kelima remaja yang diwakili Rizki dalam video yang beredar meminta maaf dan klarifikasi jika pocong itu bohong. "Saya dan teman-teman minta maaf dan klarifikasi, pocong itu tak ada," kata Rizki.
Pihak Polres Cimahi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak menyebarkan informasi atau video yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Masyarakat juga diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan segera melaporkan konten hoaks maupun informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan. Mari bersama menjaga situasi tetap aman dan kondusif dengan tidak menyebarkan informasi yang tak pasti kebenarannya.
Diketahui, sosok 'pocong' yang bikin warga resah memunculkan foto dan videonya di depan pintu rumah warga di wilayah Sumedang, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi serta bikin heboh.
Teror pocong keliling itu sempat membuat resah warga di Kecamatan Padalarang dan Ngamprah beberapa hari terakhir. Dalam video yang beredar di tengah masyarakat, pocong disebut menggedor-gedor kaca dan pintu rumah warga.
Polisi lantas turun tangan melakukan penyelidikan. Hasil pengusutan itu mengungkap video yang membuat resah warga tersebut merupakan rekayasa AI bikinan lima remaja warga Ngamprah, Bandung Barat.
"Kami bisa pastikan bahwa teror itu merupakan hoax, karena dibuat dengan AI oleh lima remaja. Kami sudah mintai keterangan dari 5 remaja asal Ngamprah itu," kata Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara, Rabu (27/5/2026).
Menurut Teguh, dari hasil pemeriksaan, motif lima remaja itu membuat teror fiktif itu sebagai lelucon praktis atau prank terhadap orang tua salah satu dari mereka. Namun karena orang tua khawatir, kemudian foto dan video itu kembali disebarkan.
"Niatnya buat prank dan mencari sensasi, sasarannya orang tua dari mereka juga. Cuma karena orang tua khawatir, akhirnya disebarkan lagi ke sanak saudara. Sampai akhirnya foto dan video pocong itu tersebar luas dengan berbagai narasi yang menyesatkan dan meresahkan," ungkap Teguh.
Saat ini, lima remaja tersebut sudah didata dan dibina. Orangtua para remaja itu juga menjadi saksi agar mereka tidak mengulangi perbuatan serupa karena menimbulkan keresahan pada khalayak.
"Ya kita bina, karena memang efeknya meresahkan. Kita imbau buat masyarakat tidak panik dan ketika menerima informasi dari media sosial agar dikroscek terlebih dahulu sebelum menyebarluaskan lagi," pungkas Teguh.**
Editor: Yayan Sofyan