186 ASN di Lingkungan Pemda Kabupaten Kuningan Masuki Era Purnatugas

Foto: Whyr
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat menyerahkan SK pensiun ASN.
KUNINGAN, KejakimpolNew.com – Masa pensiun merupakan fase alamiah dalam perjalanan karier Aparatur Sipil Negara (ASN), dan tidak boleh dipandang sebagai akhir dari segalanya.
Justru, pensiun atau purnatugas adalah pintu awal menuju babak baru kehidupan yang lebih luas, lebih dekat dengan keluarga, serta tetap produktif dan bermanfaat bagi lingkungan.
Hal itu disampaikan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, saat memberikan sambutan sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada para PNS yang mencapai Batas Usia Pensiun (BUP) Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 April sampai dengan 1 Juni 2026, pada kegiatan yang berlangsung di Aula Graha Sajati BKPSDM Kabupaten Kuningan, Rabu (4/2/2026).
Dalam arahannya, Bupati Dian menyampaikan, setiap orang, siapa pun posisinya, pada akhirnya akan mengalami masa purna bakti.
“Pensiun ini adalah fase alamiah dalam sebuah karier, termasuk sebagai PNS. Besok, lusa, yang sekarang duduk di depan juga akan menjalani masa pensiun. Jadi saya tekankan, ini bukan akhir dari segalanya, justru awal dari babak baru,” ujarnya.
Bupati Dian menekankan, persiapan menghadapi pensiun tidak hanya terkait soal menurunnya penghasilan, namun yang lebih utama adalah kesiapan mental.
“Pensiun itu bukan berkaitan dengan berkurangnya finansial saja. Yang lebih penting bagi saya adalah mental,” tegasnya.
Ia mengingatkan, masa transisi pensiun perlu disikapi secara positif agar tidak terjadi kekosongan aktivitas yang justru mempengaruhi kesehatan dan kebahagiaan.
Dengan gaya santai namun penuh makna, bupati menyelipkan cerita tentang seseorang yang lupa sudah pensiun namun masih ingin berangkat apel mengenakan seragam, sebagai gambaran pentingnya kesiapan mental dan perubahan identitas.
Para ASN purnabakti kata Dian, memiliki posisi istimewa di tengah masyarakat. Pengalaman, pengetahuan, dan kebijaksanaan yang dimiliki menjadikan mereka tokoh yang dihormati serta berpeluang besar untuk tetap berkontribusi.
Para calon purnabakti ini sebagai “barisan jenderal” yang harus tetap optimistis.
“PNS itu di lingkungannya masing-masing dipandang sebagai tokoh, orang yang punya kemampuan, dan orang yang dituakan,” tuturnya.
Bupati juga mendorong para calon purna bakti agar tetap aktif berkegiatan, baik melalui aktivitas sosial, majelis taklim, kerja bakti lingkungan, serta kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Kepala BKPSDM Kuningan Beni Prihayatno, menyebutkan jumlah ASN yang memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) sebanyak 186 orang terdiri dari berbagai golongan antara lain dari lingkup Setda, guru, Dinas Kesehatan dan instansi lainnya.**
Author: Whyr
Editor: Maman Suparman

