Kepergok akan Mencuri di Toko Beras Tasikmalaya, MA, Wanita Muda Ini Nekat Lepas Pakaian di Jalan

Foto: Tangkapan layar Netizen
Seoreang wanita muda kepergok hendak mencuri uang di toko beras, nekad melepas celananya di tengah jalan.
TASIKMALAYA, KejakimpolNews.com - Warga di Jalan Raya Citeureup, Desa/Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya geger menyusul aksi nekat seorang wanita muda berinisial MA (21), Rabu (15/4/2026).
Pasalnya, MA yang tertangkap basah mencoba mencuri uang di sebuah toko beras dan terekam kamera CCTV melakukan tindakan asusila. Dia nekat melepas celana panjangnya hingga dari pinggang ke bawah telanjang bulat berdiri lalu duduk di tengah jalan raya.
Aksi ini bermula saat kondisi toko tersebut sepi setelah ditinggal pemiliknya untuk suatu keperluan. Berdasarkan rekaman kamera CCTV, MA yang mengenakan sweater hitam terlihat mendekati toko dan berupaya membuka laci atau etalase penyimpanan uang. Aksi nekat MA ini viral di media sosial.
Namun, aksinya tersebut gagal total karena pemilik kios tiba-tiba datang dan memergoki MA yang akan beraksi mengambil uang.
Bukannya melarikan diri apalagi meminta maaf, MA justru menunjukkan perilaku yang sangat aneh. Di hadapan warga yang berkerumun, MA membuka celananya hingga mengundang kegaduhan.
MA pun sempat berlari dan duduk dengan kondisi tanpa celana di tengah jalan raya, dan sempat mengganggu arus lalu lintas.
"Tadi kaget ada yang telanjang di jalan. Warga berteriak karena MA (pelaku) kepergok mencuri di toko beras tapi malah begitu,” ujar Wawan (40), salah seorang warga di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian Polsek Singaparna segera bertindak cepat untuk mengamankan pelaku dari potensi amuk massa. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas mengetahui bahwa MA berasal dari Panti Asuhan Al Amin, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.
MA mengaku datang ke Singaparna seorang diri menggunakan angkutan umum. MA juga memberikan keterangan yang memprihatinkan. MA mengaku tidak mengetahui identitas orang tuanya dan telah menetap di panti asuhan sejak masih bayi tanpa memiliki sanak saudara.
Plt Kapolsek Singaparna, AKP Solihin mengatakan, dalam peristiwa ini tidak ada kerugian materi. Karena uang korban belum sempat pelaku ambil. Hal ini membuat pemilik toko beras memilih untuk tidak menuntut secara hukum.
Saat ini, pihak kepolisian telah berkoordinasi Dinsos Kabupaten Tasikmalaya untuk memberikan pembinaan kepada MA.
“Saat ini MA sudah kami serahkan ke Dinsos Kabupaten Tasikmalaya, untuk kemudian diantar ke wilayah asalnya di Garut,” kata Solihin.**
Editor: Yayan Sofyan

