75 Stand Kopi Meriahkan Ciremai Coffe Culture di Pandapa Paramarta Kuningan

Sambut HUT ke-528 Kuningan Diskopdagperin Kab.Kuningan menggelar Ciremai Coffee Culture Festival diikutu 75 stand.
KUNINGAN, KejakimpolNews,com -- Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kuningan, menggelar Ciremai Coffee Culture Festival.
Festival berlangsung di Pandapa Paramarta, Kompleks Stadion Mashud Wisnusaputa, dibuka resmi Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Jumat (4/9/2026) pukul 19.30 WIB.
Mengangkat potensi kopi lokal dari lereng Gunung Ciremai, kegiatan ini diarahkan menjadi momentum memperkuat ekosistem kopi sekaligus mendorong pelaku UMKM sektor kopi agar semakin berdaya saing.
Kepala Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, Toni Kusumanto, AP., M.Si., melalui Kepala Bidang Perdagangan Asep Tomi Novian, S.E. mengatakan, Ciremai Coffee Culture Festival diselenggarakan sebagai wadah untuk memperkenalkan, mempromosikan, dan memperkuat ekosistem kopi lokal, sekaligus mendorong pelaku UMKM sektor kopi agar mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing di pasar nasional maupun internasional.
Penyelenggaraan festival ini kata Asep, dalam rangkaian memeriahkan Hari Jadi ke-528 Kuningan, dengan mengangkat potensi daerah yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari identitas Kuningan.
Kabupaten Kuningan memiliki potensi alam yang mendukung pengembangan kopi unggulan. Potensi tersebut tercermin melalui keberadaan tiga jenis kopi hasil budidaya petani lokal, yakni Arabika, Robusta dan Liberika, yang menjadi representasi kekayaan cita rasa kopi dari lereng Gunung Ciremai.
“Melalui Ciremai Coffee Culture Festival, kami ingin memperkenalkan potensi kopi Kuningan secara lebih luas, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara petani, pelaku UMKM, barista, komunitas, dunia usaha dan pemerintah,” ujar Asep.
Festival ini berlangsung selama tiga hari (4–6 September 2026) diikuti 75 stand terdiri dari 55 stand menempati area dalam dan 20 stand di area luar.
Masyarakat disuguhi sarasehan kopi, lomba public cupping, workshop penyangraian kopi, lomba tarung seduh, business matching, klinik kemasan dan legalitas UMKM, hingga lomba barista.
Menurut Asep, rangkaian kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar menjadi hiburan atau ajang promosi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha. Melalui business matching dan klinik kemasan UMKM, diharapkan dapat tercipta kesepakatan bisnis yang konkret sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil dan menengah di sektor kopi.
Selain memperluas akses pasar, festival ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan standar mutu produk melalui kompetisi dan pelatihan, memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha dan komunitas kopi, serta mendorong perlindungan Indikasi Geografis Kopi Ciremai.
Salah satu agenda penting dalam festival ini sambung Asep, yakni, penandatanganan SK Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) secara bersama antara Pemerintah Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka dan Bank Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat perlindungan terhadap keaslian, mutu, cita rasa dan daya saing Kopi Ciremai.
“Dengan menggabungkan semangat perayaan Hari Jadi ke-528 Kuningan dan penguatan potensi ekonomi daerah, Ciremai Coffee Culture Festival diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan Kopi Ciremai kepada masyarakat luas, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta membuka peluang pasar yang lebih besar bagi petani dan pelaku UMKM kopi di Kabupaten Kuningan," pungkasnya.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman