SIti Maimunah Dibunuh dan Dibungkus Kardus, Karena Hamil dan Memaksa SDS Menikahi

Foto : Istimewa
Foto SDS (terduga pelaku) Siti Maimunah (korban) dan bungkusan kardus berisi jasad korban, tersebar fotonya di medsos.
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Meski penyidik Polrestabes Bandung hingga saat masih mendalami motif dibalik kasus dibunuhnya Siti Maimunah atau SM (41) oleh SDS (30) dan jasadnya ditemukan dalam kardus di Babakan Ciparay, Kota Bandung sejumlah dugaan motifnya muncul.
Diduga motif dibunuhnya Siti Maimunah dan jasadnya ditemukan dalam kardus Selasa (1/8/2026) siang, karena korban hamil dan mendesak SDS mengawininya.
SDS sendiri berhasil ditangkap petugas Polrestabes Bandung kurang dari 6 jam saat akan melarikan diri. Dugaan ini begitu kuat jika SDS yang telah beristri ini membunuhnya, karena dia diminta pertanggungjawaban telah menghamili dan mendesak untuk mengawininya.
Motif ini berkembang dan viral di media sosial. Itulah, karena terus didesak, SDS pun kalap dan menghabisi nyawa SM di kamar kontraknya di Dunguscariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung.
Tetapi motif ini belum resmi, hingga saat ini, polisi belum memberikan keterangan tentang motif pasti dibalik terbunuhnya Siti oleh SDS, kapan dan dengan cara apa SDS tega menghabisi nyawa Siti . Di media sosial pun tersebar foto Siti Maimunah, korban pembunuhan lengkap dengan fotonya.
Korban bernama Siti Maimunah atau ini berasal dari Tanjung Karang, Bandar Lampung. Jasad korban ditemukan dalam kardus besar dan menggegerkan warga Babakan Ciparay, Kota Bandung.
Identitas korban berhasil terungkap setelah Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Bandung melakukan penyelidikan intensif. Polisi pun bergerak cepat menelusuri sejumlah petunjuk hingga mengarah kepada pria berinisial SDS yang diduga pelakunya.
SDS diamankan di wilayah Cikupa, Banten. Saat ditangkap, SDS sedang dalam perjalanan menuju Palembang. Kini polisi masih mendalami motif dan hubungan antara SDS dengan Siti Maimunah, apakah benar kisah tragis Siti Maemunah, seorang perantau asal Lampung ini sedang hamil masih menyisakan duka, sekaligus tanda tanya besar.
Diberitakan, kasus penemuan mayat wanita dalam kardus di Jalan Terusan Suriyani, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Selasa (1/9/2026) siang kemarin terungkap.
Ternyata jasad wanita malang tersebut korban pembunuhan yang diduga pelakunya. SDS berhasil ditangkap polisi kurang dari 6 jam.
"Tersangka diduga pembunuh jasad wanita dalam kardus tersebut telah diamankan kurang dari 6 jam saat perjalanan menuju Kota Palembang untuk melarikan diri," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Suryadi kepada wartawan, Selasa (1/9/2026) malam.
"Saat ini SDS terduga pelaku menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polrestabes Bandung. Motif pembunuhan akan disampaikan usai setelah pemeriksaan," ujar Dedi.
Selain memeriksa SDS, penyidik pun menghadirkan Tegar, seorang sopir ekspedisi yang diduga sempat membawa jasad bersama pelaku. Tegar dimintai keterangan kerena mendapat pesanan dari SDS untuk membawa dus berisi mayat itu melalui aplikasi jasa ekspedisi.
Tegar mengaku tidak mengetahui isi dalam dus yang dibawa oleh pelaku untuk mengantarkan ke wilayah Kopo dari Jalan Terusan Suryani.
Saat itu Tegar meminta penjelasan dari SDS apa isi bungkusan tersebut, yang dijawab SDS adakah besi dan baju. Karena curiga, Tegar meminta SDS untuk turun bersama barangnya. Tegar pun lalu melapor ke polisi.
Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga. Saat akan dibongkar, mendapati pergelangan tangan dari dalam dus. Temuan tersebut pun langsung di laporkan ke polisi.
Tim INAFIS Polrestabes Bandung langsung mendatangi lokasi temuan. Polisi langsung memasang garis polisi untuk melakukan olah tempat kejadian.
Kapolsek Babakan Ciparay, Kompol Kurniawan mengatakan dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah yang ada di dalam dus berjenis kelamin perempuan.
"Jasadnya perempuan, dengan usia kurang lebihnya 30 tahun," ujar Kurniawan.**
Editor: Yayan Sofyan
