4 Hari Hilang Yogi Driver Taksi Online Ternyata Dibunuh dan Dikubur di Sumedang, Polisi Amankan 2 Terduga Pelaku

Yayan Sofyan
Yogi Saparudin (kiri), driver taksi online diduga dihabisi nyawanya dan jasadnya dikubur di perkebunan teh Margawindu, Dusun Cisoka, Citengah, Sumedang (kanan).
SUMEDANG, KejakimpolNews.com -- Yogi Saparudin (35), driver taksi online ditemukan tewas mengenaskan, jasadnya terkubur di kawasan perkebunan teh Margawindu, Dusun Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kapaten Sumedang, Minggu (11/10/2026) siang
Yogi Saparudin sebelumnya dilaporkan hilang kontak selama beberapa hari. Yogi dduga korban pembunuhan dan saat ini Satreskrim Polres Sumedang telah mengamankan 2 orang diduga terlibat.
Jasad korban ditemukan terkubur di dekat sebuah gubuk di area perkebunan teh tersebut.
Korban merupakan warga Dusun Marasa, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang dilaporkan hilang oleh istrinya setelah hilang kontak. Rekan-rekan sesama pengemudi taksi online kemudian ikut melakukan pencarian.
Ari (45), salah seorang rekan korban mengatakan, Yogi terakhir diketahui menerima orderan menuju kawasan galian pasir di kaki Gunung Tampomas, Kamis (8/10/2026).
Rekan-rekan korban mulai curiga setelah Yogi tak kunjung memberikan kabar. Mereka menduga orderan yang diterima korban merupakan orderan fiktif yang sengaja dibuat untuk menjebak pengemudi.
“Ya diduga orderan fiktif karena memang ada beberapa orderan di aplikasi InDriver, ini seperti sudah diterima terus di-cancel seperti mencari mangsa,” kata Yogi, Minggu (11/10/2026).
Pencarian korban pun berlanjut hingga Jumat (9/10/2026). Rekan-rekan Yogi menemukan mobil milik korban terparkir di kawasan Peusar, Desa Baginda. Namun, seseorang yang berada di lokasi menyebut mobil Daihatsu Sigra nopol Z 1763 BB yang kerap dikemudikan korban sedang digadaikan.
Ari mengatakan keterangan orang tersebut berubah-ubah ketika dimintai penjelasan lebih lanjut. Hal itu semakin menambah kecurigaan rekan-rekan korban.
Ari menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, ada dua orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Salah satunya disebut mengaku sebagai sahabat korban sehingga rekan-rekan Yogi tidak menaruh curiga.
Ari pun mengaku tidak menyangka Yogi mengalami kejadian tragis tersebut. Menurutnya, korban dikenal mudah bergaul dan kerap membantu teman-temannya.
Rekan-rekan sesama pengemudi taksi online menduga kasus tersebut berkaitan dengan perampokan atau pembegalan, terlebih adanya dugaan penggunaan orderan fiktif. Ari berharap para pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku dan mendapatkan hukuman setimpal.
Sementara itu, Satreskrim Polres Sumedang telah mengamankan dua orang terduga pelaku. Keduanya masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami motif dan mengungkap kronologi kematian.
Sementara itu, Polres Sumedang mengungkap bahwa hilangnya Yogi berkaitan dengan dugaan tindak pidana pembunuhan. Polisi juga telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya, mengatakan kedua orang yang diamankan masing-masing berinisial AD (30) dan MIN (17). Keduanya kini tengah didalami keterlibatannya oleh penyidik.
"Tim URC Resmob Satreskrim Polres Sumedang telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan seorang pengemudi transportasi online," kata Awang.
Awang membenarkan bahwa jasad Yogi ditemukan dalam keadaan terkubur di kawasan perkebunan teh Cisoka. Setelah lokasi kuburan dibongkar, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk menjalani autopsi.
"Keduanya membawa jasad korban ke kawasan Citengah untuk dikuburkan. Jenazah korban ditemukan terkubur pada kedalaman sekitar satu meter di kawasan Cisoka, Kabupaten Sumedang. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian," ungkapnya.
Hingga kini, polisi belum mengungkap secara terperinci rangkaian kejadian maupun motif di balik dugaan pembunuhan tersebut. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap kasus itu secara menyeluruh.
"Penyidik masih mendalami motif, peran masing-masing pihak, serta melengkapi alat bukti," pungkas Awang.**
Editor: Yayan Sofyan