65 Orang Warga Bandung Terpapar Influenza A, Dinkes Imbau Masyarakat Waspada Tapi Tidak Panik

foto

Ilustrasi

Ilustrasi virus Influenza A/

BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Influenza A subtipe H1N1 mulai terdeteksi menyebar di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di Kota Bandung, Jawa Barat.

Data terakhir Kota Bandung terbanyak di Jabar yang terindikasi terpapar Influenza A yaitu dengani 65 kasus. Hal ini dfiketahui berdasarkan hasil pemeriksaan usap.

Kendati demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Kota Bandung menegaskan belum ada laporan kematian akibat penyakit ini, namun mengimbau masyarakat tetap waspada tanpa perlu panik.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Raden Vini Adiani Dewi kepada wartawan menjelaskan Selasa (29/9/2026), bahwa Influenza A berbeda dari flu biasa dan memiliki daya penularan yang lebih tinggi.

Raden Vini menyebutkan, Influenza tipe A yang tengah beredar itu dulunya dikenal sebagai flu babi, yaitu H1N1. Adapaun seseorang yang terkena gejalanya lebih berat daripada flu biasa. Biasanya demam tinggi, sakit kepala, pegal-pegal, dan lemas.

Dinkes menyarankan masyarakat untuk memantau kondisi tubuh selama tiga hari sejak gejala muncul. Jika tidak membaik atau justru muncul sesak napas, segera ke fasilitas kesehatan.

Tetapi katanya, mereka yang merasa terkena flu tak usah resah, patokannya cuma tiga hari. Jika masih demam tinggi, sakit kepala, atau timbul sesak, segera periksa.

Disebutka, angka 65 kasus di Kota Bandung ini terkonfirmasi lewat pemeriksaan laboratorium. Pengujian dengan teknik Whole Genome Sequencing belum tersedia di seluruh daerah dan hanya dilakukan di laboratorium tertentu, sehingga kemungkinan masih ada kasus di masyarakat yang belum tercatat.

Meski demikian, sampai saat ini kini Dinkes Jabar atau Dinkes Kota Bandung belum menerima laporan kematian akibat Influenza A di Kota Bandung.

Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan beberapa waktu lalu menyatakan pihaknya telah menyiapkan jaringan fasilitas kesehatan untuk mitigasi, berbekal pengalaman penanganan pandemi Covid-19.

Setiap sarana kesehatan sudah memiliki prosedur penanganan infeksi saluran pernapasan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan. Sampel pemeriksaan dikirim ke laboratorium rujukan pusat untuk hasil yang akurat.

Farhan juga mengimbau masyarakat menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, memakai masker saat sakit atau di tempat ramai, serta rutin mencuci tangan.

Ia menyebut, Dinas Kesehatan Kota Bandung bersama 30 jaringan puskesmas terus memantau perkembangan situasi di setiap kecamatan. Kesiapan sarana kesehatan dinilai harus berjalan beriringan dengan kesadaran warga untuk mencegah penularan sejak dini.**

Editor: Sonni Hadi

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Polisi Ungkap Pabrik Uang Palsu di Ciparay Kab. Bandung, 2 Orang Diamankan dan Rp1 Miliar Disita
Dugaan Skandal Wabup Fajar, Koalisi 99 Peduli Sumedang Datangi Pusat Pemerintahan Sumedang
Begal Sial di Baleendah, Usai Dihajar Massa Langsung Diberi Makan oleh Warga
Tersandung Narkoba dan Pencurian, 3 Polisi Anggota Polresta Bandung Dipecat
Koalisi Sipil Jabar Desak Transparansi, Soroti Isu Miring Wabup Sumedang Hingga Pembungkaman Pers