Liga 2 PSGC vs PSIS Diwarnai Ricuh Antarsuporter, Mengapa dan Apa Penyebabnya?

foto

Foto : Istimewa

Kericuhan usai laga PSGC Ciamis vs PSIS Semarang pada liga 2 di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (17/10/2026) malam

CIAMIS, KejakimpolNews.com -- Kericuhan suporter Persatuan Sepakbola Indonesia Semarang (PSIS) dan Persatuan Sepakbola Galuh Ciamis (PSGC) serta warga/pendukung lokal pecah usai laga Liga 2 kedua kesebelasan berakhir imbang 0-0 di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (18/10/2026) malam.

Kericuhan itu sendiri videonya viral di media sosial (medsos), awalnya dipicu oleh gesekan dan kesalahpahaman antarsuporter di dalam tribun penonton, termasuk sempat ada baku pukul di tribun dan isu pembukaan sekat tribun selatan Stadion Galuh

Keributan berlanjut saat penonton keluar dari stadion. Berawal dari pelemparan petasan ke arah bus rombongan suporter PSIS, hingga dugaan pengadangan dan pelemparan batu ke arah bus PSIS di sekitar Jalan Raya Baregbeg, depan kampus Universitas Galuh (Unigal).

Kejar-kejara suporter PSIS yang tidak terima kemudian turun dari bus dan mengejar balik pihak yang melempar, hingga insiden merembet ke area minimarket sekitar stadion.

Sejumlah anggota kepolisian yang berjaga dan berupaya melerai massa turut menjadi sasaran amukan, serta seorang jurnalis lokal/kameramen yang sedang meliput dilaporkan ikut menjadi sasaran oknum pendukung.

Pihak kepolisian dari Polres Ciamis dipimpin Kapolres AKBP Eko Iskandar) mengerahkan ratusan personel gabungan (Polri, TNI, Satpol PP, Damkar) untuk mengendalikan situasi.

Sementara itu, Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengatakan, keributan bermula dari kesalahpahaman di dalam stadion. Pintu pembatas antara suporter PSIS dan pendukung PSGC dilaporkan jebol sehingga memicu ketegangan.

"Setelah laga usai, sempat terjadi kesalahpahaman yang bermula dari dalam stadion. Pintu pembatas antara suporter tamu dan suporter PSGC jebol," kata Eko kepada wartawan, Minggu (18/10/2026).

Keributan sempat mereda setelah ditangani steward dan petugas kepolisian yang berjaga. Namun, ketegangan kembali terjadi di depan Stadion Galuh, tepatnya di area parkir minimarket Indomaret, ketika suporter PSIS hendak naik ke bus untuk pulang.

Polisi kemudian mengawal rombongan suporter tim tamu. Meski demikian, sejumlah bentrokan dan kesalahpahaman kembali terjadi di beberapa titik perjalanan, di antaranya kawasan Imbanagara, Jalan RE Martadinata dekat Universitas Galuh, Kawali, dan Panawangan.

Menurut Eko, petugas bergerak cepat untuk mengendalikan situasi agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun membahayakan masyarakat yang tidak terlibat.

"Di jalan sempat terjadi beberapa bentrokan akibat kesalahpahaman di sejumlah titik. Beruntun petugas cepat bertindak dan melakukan pengawalan sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa," ujarnya.

Aparat kepolisian, kata Eko, terus mengawal rombongan suporter PSIS hingga keluar dari wilayah Kabupaten Ciamis. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan, baik bagi masyarakat setempat maupun suporter kedua tim.

"Alhamdulillah, situasi masih bisa kita kendalikan. Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang membahayakan masyarakat, suporter PSGC, maupun suporter PSIS," katanya.

Dalam pengamanan pertandingan tersebut, sebanyak 439 personel gabungan dikerahkan. Personel terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan Damkar.

Eko menyebut kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bersama, termasuk bagi panitia pelaksana dan kelompok suporter, agar kejadian serupa tidak terulang pada pertandingan berikutnya.

Eko pun mengapresiasi suporter PSGC, termasuk Viking dan GCS, yang dinilai mampu menahan diri sehingga tidak terpancing oleh situasi yang memanas.

"Kami berterima kasih kepada suporter PSGC yang sudah menahan diri dan tidak terpancing. Ini yang harus kita tonjolkan. Warga Ciamis cinta damai dan ingin daerah ini tetap aman serta kondusif," ucapnya.

Eko menambahkan, pihak kepolisian telah menyampaikan sejumlah catatan kepada panitia pelaksana sebagai bahan evaluasi untuk pengamanan pertandingan selanjutnya, termasuk saat PSGC kembali bermain di kandang.

Pihaknya berharap pertandingan sepak bola di Stadion Galuh Ciamis tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

"Pertandingan Liga 2 di Stadion Galuh ini harus kita dukung karena bisa membantu memajukan perekonomian masyarakat. Jangan sampai kegiatan yang baik ini dinodai hal-hal yang tidak baik," pungkas Eko.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Mandirancan FC Juara Turnamen Cilimus Cup 2026 Kalahkan Garda Gapura FC Lewat Drama Adu Penalti
Hadapi Porprov dan Peparda 2026 Pemkot Bandung Kenalkan Maskot Si Badu dan Si Cangkurileung
Ratusan Goweser Ciayumajakuning Meriahkan 'Yo Gowes' Sebagai Ajang Silaturakhmi
Persita Hajar Persija 3-2, Kedigjayaan Macan Kemayoran di 4 Laga Takluk di Tangan Pendekar Cisadane
Inilah Daftar Susunan Pemain Persija Jakarta Vs Java United Sabtu Malam Ini