Disbudpar Kota Bandung Gelar Festival Seni dan Budaya Tamansari 15 Agustus, Ajak Warga "Neuleuman Walungan"

foto

Foto: Humas Pemkot Bandung.

Disbudpar Kota Bandung berkolaborasi dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tamansari gelar Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 pada 15 Agustus mendatang.

BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung berkolaborasi dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tamansari akan menyelenggarakan Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 dalam rangka Pekan Kebudayaan Daerah Kota Bandung Ke-2.

Mengusung tema “Neuleuman Walungan”, kegiatan akan dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bertempat di Kawasan Taman Caskade Tamansari.

Festival ini menjadi salah satu ruang aktualisasi kebudayaan masyarakat yang mengangkat potensi seni, budaya, lingkungan, kreativitas, serta ketahanan pangan di kawasan Tamansari.

Kegiatan dirancang untuk memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan keberadaan sungai sebagai bagian dari kehidupan perkotaan.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 merupakan bagian dari Popolah ke-2 Pekan Kebudayaan Daerah Kota Bandung 2026 dengan gagasan “Merawat Hubungan Manusia dan Sungai”.

Melalui Popolah kedua, masyarakat diajak membangun kembali hubungan dengan Sungai Cikapundung melalui berbagai aktivitas kebudayaan dan lingkungan.

Sungai tidak ditempatkan semata sebagai objek wisata maupun ruang rekreasi, melainkan sebagai bagian dari kehidupan bersama dan ruang sosial masyarakat Kota Bandung.

Penggagas PKKB, Gabriel menjelaskan, pelaksanaan Popolah kedua tidak hanya berfokus pada aktivitas di sungai, tetapi juga mengaktifkan ruang-ruang di sekitar Sungai Cikapundung sebagai satu kesatuan kawasan.

“Popolah kedua tidak hanya melakukan aktivasi di sungai. Ruang-ruang di sekitar Sungai Cikapundung ikut diaktifkan sebagai bagian dari satu kesatuan kawasan,” ujarnya, Selasa 11 Agustus 2026.

Sejumlah ruang, seperti kawasan di bawah Flyover Pasupati, Taman Caskade, dan lapangan futsal, akan menjadi bagian dari rangkaian aktivitas yang saling terhubung.

Rangkaian Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 akan diisi beragam aktivitas, mulai dari kaulinan tradisional Sunda, kukuyaan dan bebersih Sungai Cikapundung, karnaval sungai, lomba masak hasil Buruan Sae, hingga pagelaran seni Sunda.

Kegiatan juga menghadirkan UMKM dan Stand Carnaval sebagai ruang promosi dan pemberdayaan kreativitas masyarakat lokal.**

Editor: Sonni Hadi

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Branding Bandara Internasional Husein Sastranegara Diperkuat, Angkat Identitas Bandung dan Karya Difabel
Farhan Siapkan Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung, KDM Dukung dan Berharap Jadi Magnet Wisata
Rancasari Kota Bandung Kenalkan Festival Olahraga Tradisional Permainan Rakyat kepada Generasi Muda
Seba Saptonan dan Babarit Tradisi Keprajuritan Zaman Kerajaan Kuningan
Tuan Rumah Rakernas JKPI, Disbudpar Kota Bandung Siapkan Konsep Kota Pusaka