Maulid di Pontren Al-Mutawally Kuningan
Keberadaan Pesantren Melahirkan Generasi Muda Sebagai Benteng Moral

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul Abah KH. Mutawally ke-75, dan Hari Lahir ke-31 Pesantren Terpadu Al-Mutawally, Kuningan.
KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul Abah KH. Mutawally ke-75, dan Hari Lahir ke-31 Pesantren Terpadu Al-Mutawally, berlangsung sakral dipenuhi para santri dan tamu undangan.
Acara berlangsung di auditorium Pesantren Terpadu Al-Mutawally, Jl. Pesantren Nomor. 177 Blok Pahing Desa Bojong, Cilimus, Kuningan, Minggu, 6 September 2026.
Bupati Kuningan Dian Rachmst Yanuar dalam sambutannya mengatakan, Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Peringatan kelahiran Rasulullah SAW seharusnya menjadi ruang untuk mengukur kembali sejauh mana keteladanan Nabi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyebut nilai yang diajarkan Rasulullah kejujuran, amanah, kasih sayang, kesederhanaan, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama tetap relevan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Bupati Dian mengajak masyarakat mengenang jasa Abah KH. Mutawally melalui Haul ke-75. Haul bukan hanya untuk mengenang sosok yang telah wafat, melainkan juga menjaga agar ilmu, perjuangan dan nilai kebaikan yang ditinggalkan tetap hidup.
Para ulama, kata Bupati Dian, memiliki posisi penting dalam perjalanan masyarakat. Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi membentuk karakter, membimbing masyarakat, menjaga tradisi keilmuan dan menanamkan akhlakul karimah kepada generasi penerus.
“Warisan keilmuan dan perjuangan Abah KH. Mutawally harus terus hidup dan berkembang melalui generasi penerus. Salah satu bentuk nyata keberlanjutan perjuangan tersebut adalah keberadaan Pesantren Terpadu Al-Mutawally,” katanya.
Pesantren Terpadu Al-Mutawally kini memasuki usia ke-31 tahun. Bupati Dian mengapresiasi para kyai, ustadz dan ustadzah, pengelola pesantren, orang tua, alumni, masyarakat, serta para santri yang telah menjadi bagian dari perjalanan lembaga pendidikan tersebut.
Ia berharap pesantren semakin maju dan berkualitas serta terus melahirkan generasi yang alim, berakhlak, mandiri, berilmu dan memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Lebih jauh, Bupati Dian mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Pembangunan manusia menjadi bagian penting dalam membangun masa depan Kuningan.
Pendidikan, kesehatan, moral, spiritualitas dan kehidupan sosial yang kuat, menurut dia, merupakan fondasi masyarakat yang sejahtera.
“Pembangunan yang sesungguhnya kata Buoati Dian, adalah pembangunan manusia,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, pesantren tidak hanya dipandang sebagai tempat menimba ilmu agama. Pesantren diharapkan berkembang menjadi pusat pembentukan karakter sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat.
Tantangan generasi muda, kata Bupati Dian, semakin kompleks. Kemajuan teknologi memberikan manfaat, melainkan membawa arus informasi yang sulit dibendung. Kemampuan menyaring informasi karena itu menjadi penting.
Generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri serta nilai luhur agama dan budaya. Pesantren diharapkan menjadi salah satu benteng moral sekaligus tempat lahirnya generasi yang mampu menjawab tantangan zaman.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman