38 Anggota Polda Jabar Dipecat Tidak Dengan Hormat, Kapolda: Pembelajaran Bagi Seluruh Personel Polri

Yayan Sofyan
Upacara PTDH bagi 38 anggota Polda Jabar di Mapolda Jabar
BANDUNG, KejakimpolNews.com --Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., memimpin upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 38 anggota Polri Satker Polda Jabar.
Upacara digelar di lapangan upacara Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (7/9/2026). Sebanyak 38 anggota Polri tersebut diberhentikan terhitung mulai tanggal (TMT) 31 Agustus 2026.
Upacara dihadiri para Pejabat Utama Polda Jabar, personel masing-masing6 Satker Mapolda Jabar, ASN Polri, serta Komandan Satuan Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Zuhdi Batubara, S.I.K., M.Han.
Dalam arahannya, Kapolda Jabar menegaskan bahwa PTDH bukanlah sebuah upacara penghargaan. Pelaksanaan tersebut harus menjadi momentum renungan sekaligus pembelajaran bagi seluruh personel Polri untuk senantiasa menjaga disiplin, integritas dan kehormatan institusi.
Usai upacara, Kapolda Jabar melakukan pencoretan pada properti foto anggota yang dikenakan PTDH. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa para personel yang bersangkutan tidak lagi berdinas sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Zuhdi Batubara mengatakan, pelaksanaan PTDH harus menjadi pengingat bagi seluruh personel, khususnya anggota Brimob Jabar, agar tidak mengabaikan disiplin dan kode etik profesi.
"Pelaksanaan PTDH ini hendaknya menjadi pembelajaran dan pengingat bagi seluruh personel, khususnya anggota Brimob Jabar, untuk senantiasa menjunjung tinggi disiplin, integritas, loyalitas, dan kode etik profesi,” ujar Zuhdi.
Ia menegaskan, kepercayaan yang diberikan negara dan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Setiap anggota Polri dituntut menjalankan tugas secara profesional, humanis dan berintegritas.
“Setiap anggota harus memahami bahwa kepercayaan yang diberikan negara dan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Mari kita jadikan momentum ini sebagai evaluasi untuk menjadi personel Polri yang lebih baik, profesional, humanis, dan berintegritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” katanya.
Melalui momentum tersebut, seluruh personel Polri diharapkan semakin meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme serta menjaga nama baik institusi dengan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara.**
Editor: Yayan Sofyan