Giliran, Angkot Nyaris Terjerembab ke Proyek Drainase Mangkrak di Rancaekek

Tangkapan layar
Angkot ini nyaris terjerembab di proyek drainase yang mangkrak di Jalan Rancaekek-Majalaya, tepat di jembatan darurat
RANCAEKEK, KejakimpolNews.com - Setelah seorang ustaz dan bocah terjatuh ke proyek drainse yang mangkrak di Jalan Rancaekek-Majalaya, giliran angkot nyaris ke terjerembab ke drainase tersebut.
Angkot yang nyaris terjerembab tersebut diketahui trayek Gedebade-Majalaya ini, videonya di posting Instagram (IG) Inforck, Minggu (28/6/2025).
Dalam video yang di posting di IG tersebut, dengan narasi "angkot hampir masuk ke selokan di Rancaekek", Minggu (29/6/2025) pagi. Lokasinya ternyata di lokasi proyek drainase di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, tepatnya di Kampung Rancabatok RW 09, Desa Rancaekekwetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Terlihat angkot bagian ban belakang berada di bibir drainase pinggir jalan raya, tepat di jembatan darurat terbuat dari kayu. Sementara sejumlah orang berusaha mengangkat angkot.
Banyak komentar yang muncul terkait video angkot nyaris terjerembab ke selokan yang di posting di IG Inforck tersebut. Komentar umumnya menyayangkan proyek drainase tersebut dibiarkan terbengkalai (mangkrak).
"Proyek ngan dibongkar hungkul teu dianggeuskeun.Najan saya lain urang Rancaekek, hariwang oge ningalna proyek drainase diantep", itulah di antara komentar di IG Infrck.
Didin Rosidin, mantan Kadus 4 Desa Rancaekekwetan dan Iwan Novian (53),
Sekretaris RW 09 Kampung Rancabatok, Desa Rancaekekwetayang juga pemilik bengkel motor, salah seorang terdampak proyek membenarkan video yang di posting di IG InfoRck tersebut.
"Angkot tersebut nyaris terjerembab ke drainase sahabis dari bengkel melewati jembatan darurat dan ban belakang nyungsep di bibir selokan (drainase)," kata Iwan.
Terkait insiden di proyek normalisasi drainase tersebut, baik Didin ataupun Iwan enggan lagi berkomentar panjang.
"Sudah cape berkomstar ah, faktanya memang proyek drainase hingga saat terbengkalai. Berharap saja tidak ada korban lainnya jatuh ke drainase dan puluhah warga terdampak agar bersabar saja," kata Didin dan Iwan.
Diberitakan, sudah 4 bulan proyek normalisasi di Jalan Raya Rancaekek-Majalalaya mangkrak dan terbengkalai, puluhan warga terdampak kembali berteriak.
Mereka berteriak, sekaligus curhat, selain hingga saat ini belum ada tanda proyek berlanjut, kondisi drainase kini kumuh dan jembatan darurat yang dibangun warga mulai rusak.
Berdasarkan pantauan Rabu (25/6/2025), memang proyek normalisasi drainase sepanjang 400 meter di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, tepatnya di Kampung Rancabatok R09 dan RW 22, Desa Rancaekekwetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung sangat mengenaskan.
Proyek normalisasi drainase yang dimulai Awal Maret lalu hanya sebatas membongkar jembatan-jembatan diatas drainase baik menuju toko, kios dan rumah atau pun jembatan menuju pemukiman. Di sekitar proyek masih terpasang sejumlah spanduk keluh kesah warga. Puluhan warga pun akhirnya membuang jembatan darurat dari kayu.
"Jujur, kami warga terdampak proyek drainase mangkrak kembali berteriak. Kapan proyek berlanjut pasalnya sekitar drainase rarujit dan jembatan darurat dari kayu sudah mulai rusak,"kata sejumlah warga di lokasi proyek sambil membetulkan spanduk yang lepas, Rabu (25/6/2025).
Didin, salah seorang tokoh masyarakat, mantan Kadus 4, Desa Rancaekekwetan membenarkan saat ini puluhan warga yang terdampak proyek drainase mangkrak kembali berteriak.
"Puluhan warga yang berteriak intinya meminta kepastian kapan proyek normalisasi drainase. Mereka ngeluh, selain benar-benar mengganggu aktivitas, mangkraknya proyek drainase juga mengganggu usaha dan mengundang kecelakaan," kata Didin.
Diungkapkan Didin, ia yang telah mundur dari jabatan Kadus 4 gegara proyek drainase mangkrak sangat berharap proyek segera dilanjutkan demi kenyamanan dan keamanan warga, termasuk untuk mengantisipasi konflik.
Sementara itu, Cecep Suhendar, angggota DPRD Kabupaten Bandung, asal dapil 4 (Rancaekek) ketika dikonfirmasi mengatakan, proyek normalisasi kelanjutan pengerjaannya masih proses.
"Soal kelanjutan proyek normalisasi drainase di Rancabatok dalam proses APBD perubahan baru di bahas pekan depan,"kata Cecep, politisi Golkar yang sebelumnya pernah mengecek ke lokasi proyek.**
Author: Yayan Sofyan
Editor: Yayan Sofyan



