1 Korban Anggota Polisi
3 Orang Tewas Saat Antre Makanan Gratis Dalam Pesta Rakyat Pernikahan Wabup Garut dan Putra KDM

Kolase/tangkapan layar/istimewa.
Warga berdesakan antre makanan gratis pada pesta pernikahan Wabup Garut dan Putra KDM (atas), Bripka Cecep Bahro dan seorang anak dikabarkan jadi korban tewas (bawah).
GARUT, KejakimpolNews.com - Pesta rakyat dalam rangka memeriahkan hari pernikahan Wakil Bupati Garut dengan Putra Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau KDM, berakhir tragis. Tiga Tewas tewas akibat berdesak-desakan antre makanan.
Tragedi ini berlangsung Jumat (18/7/2025) siang saat rakyat bergembira ikut memeriahkan pesta rakyat menyambut pernikahan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, dengan Maula Akbar, putra dari Gubernur Jawa Barat, KDM.
Pesta rakyat ini berlangsung Jumat siang selepas sholat Jumat di kawasan Pendopo Garut dan Alun-Alun sekitar Babancong. Lautan manusia yang ingin antre makanan gratis begitu menyemut nyaris tak terkendali, mereka berdesak-desakan.
Akibatnya, pesta rakyat yang mestinya disambut dengan suka cita gembira sebagai bentuk syukuran atas pernikahan dua tokoh muda penting di Jawa Barat, justru berubah jadi tragedi.
Di Alun-Alun terutama sekitar Babancong, Jumat siang ini telah menghidangkan ragam kuliner khas dari 25 kabupaten/kota se-Jawa Barat, Makanan ini bisa dinikmati secara cuma-cuma alias gratis oleh pengunjung.
Tak pelak lagi, usai sholat Jumat ribuan warga tumpah ruah ke stand makanan ingin menikmati suasana perayaan hingga menjelang sore.
Tetapi sayang, antusiasme masyarakat yang luar biasa itu tidak diimbangi dengan pengamanan dan manajemen kerumunan yang memadai. Kepadatan warga yang antre yang terus jumlahnya terus meningkat tak bisa terkendali.
Polisi dan Satpol PP paun tak tahan untuk mencegah arus lautan manusia di sekitar Alun-Alun. Puncaknya, sekitar pukul 15.30 WIB lautan manusia tak terkendali, disini terjadi dorong-dorongan hebat di beberapa titik lokasi stand makanan.
Jerit tangis serta teriakan minta tolong terdengar bersahutan. Sejumlah orang bertumbangan. Dan terakhir tercatat, tiga orang meninggal dunia. Satu di antaranya satu anggota kepolisian yang sedang bertugas mengamankan acara, tiga lainnya warga sipil bahkan ada anak-anak.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui identitas para korban secara lengkap. Hanya satu yang dikenal dan fotonya menyebar viral di medsos yakni Bripka Cecep Bahro, yang bertugas mengamankan warga yang berdesak desakan. Sedangkan dua lainnya belum diketahui, pihak berwenang belum merilis dan semua jasad telah diukirtim ke RSUD Dr.Slamet Garut.
Selain yang tewas, sejumlah korban lainnya jufga banyak yang mengalami luka akibat terinjak-injak langsung. Mereka langsung dilarikan ke RSU dr. Slamet Garut, namun jumlah pastinya belumn terkonfirmasi.
Suasana di Alun-Alun, sejumlah petugas medis dan relawan terlihat sibuk berjibaku memberikan pertolongan darurat di lokasi sebelum korban dipindahkan ke rumah sakit.
Tampak pula aparat keamanan dari Polres Garut bersama Satpol PP dan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut terus melakukan pendataan korban serta mengatur lalu lintas pengunjung untuk menghindari insiden lanjutan.
Hingga beritra dibuat, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara maupun dari pemerintah daerah terkait tragedi ini. Pun dari keluarga besar kedua mempelai pun belum memberikan keterangan kepada awak media.
Tragedi ini hinga kini foto, dan videonya memenuhi media sosial, baik melalui WhatsApp (WA) FaceBook (FB), dan Instagram (IG).**
Kontributor: Asep Remaco
Editor Maman Suparman

