Wagub Jabar Erwan Ingatkan Kolaborasi Antardaerah Penting Demi Jaga Tren Penurunan Stunting

Foto: Whyr
Wagub Jabar Erwan Setiawan saat pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Stunting Tingkat Prov. Jabar di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu (8/04/2026).
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan pentingnya konsistensi dan kolaborasi antardaerah dalam menjaga tren penurunan stunting.
Demikian ditegaskan Wagub Jawa Barat Erwan Setiawan, di hadapan peserta Rapat Evaluasi Penanganan Stunting Tingkat Provinsi Jabar, dihadiri Ketua Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan Jabar dr Raden Vini Adiani Dewi beserta jajaran dan para wakil kepala daerah, di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu (8/04/2026).
“Kita harus terus fokus pada upaya pencegahan sejak dini dan memperkuat sinergi agar target penurunan stunting dapat tercapai secara optimal,” tegas Erwan Setiawan.
Harapan senada disampaikan Ketua Bappeda Jabar Dedi Mulyadi, penguatan pembiayaan kesehatan yang berimbang dengan mendorong upaya promotif dan preventif, sehingga tidak hanya berfokus pada layanan kuratif.
Hal ini kata Dedi Mulyadi menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan di Jawa Barat.
Kehadiran dan partisipasi aktif Kepala daerah yang diwakili para wakil Bupati
dalam rapat evaluasi ini, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi sehat dan berkualitas menuju Jawa Barat Istimewa dan Indonesia Emas 2045
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menyampaikan berbagai upaya penanganan stunting, sekaligus menegaskan komitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan.
Ia menjelaskan dinamika data stunting menjadi bagian dari proses evaluasi yang terus ditindaklanjuti melalui intervensi di lapangan.
“Kami terus melakukan upaya perbaikan, termasuk penguatan di tingkat lapangan agar intervensi yang dilakukan semakin tepat sasaran,” ungkapnya.
Salah satu fokus yang disampaikan adalah optimalisasi peran dapur SPPG, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan remaja putri.
“Kami mendorong agar pemberian asupan gizi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok, sehingga manfaatnya lebih optimal,” katanya.
Optimalisasi pemanfaatan fasilitas kesehatan serta peningkatan layanan spesialis dapat menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih cepat dan efektif.**
Aurthor: WHJR
Editor: Maman Suparman

