2 Korban Tewas Tersambar KA di Perlintasan Rancaekek Itu Asep dan Acep

Yayan Sofyan
Tim Inafis Polresta Bandung olah TKP kecelakaan KA tabrak motor 2 tewas di perlintasan Bojongsalam, Rancaekek
RANCAEKEK, KejakimpolNews.com - Peristiwa tragis satu unit sepeda motor tersambar kereta api (KA) di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Haurpugur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (5/8/2025) malam terungkap, baik identitas kedua korban tewas atau pun kronologinya.
Seperti diberitakan, peristiwa mengenaskan yang terjadi di perlintasan KA tanpa palang pintu tersebut berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB, kejadiannya di Kampung Gadok, Desa Haurpugur, Kecamatan Rancaekek.
Kejadian tersebut, videonya viral dan media sosial di antaranya di Instagram Info RCK dan sejumlah grup WhatsApp (WAG).
Sementara itu, Kapolsek Rancaekek, Kompol Deny Sunjaya mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Rabu (6/8/2025) sekira pukul 19.30 WIB di Kampung Gandok RT 01 RW 05, Desa Bojongsalam, Kecamatan Rancaekek Kabupapaten. Bandung.
Menurut Deny, kedua orang itu naik satu sepeda motor masing-masing pengemudi dan yang membonceng. Sepeda motornya tertabrak KA Commuter Line Cicalengka - Padalarang.
Kedua korban itu diketahui identitasnya yakni; Asep Gunawan (29) warga Kampung Pasar Kemis RT 07 RW 18, Desa Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung dan Acep Ginanjar (40) warga Kampung/Desa Manggahang RT 02 RW 06, Kecamatan Baleendah
Deny menambahkan, berdasarkan sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan, kedua korban berboncengan dengan dengan motor Honda Beat dari arah utara melintasi pelintasan KA tanpa palang pintu.
Saat sepeda motor melintas di rel KA, mereka tak tahu saat yang bersamaan muncul KA Commuter Line Cicalengka - Padalarang dari arah timur menuju barat.
Karena jarak sepeda motor sudah dekat, KA pun langsung menabrak sepeda motor korban. Kedua korban bersama kendaraannya terpental sejauh 10 meter kearah kanan.
"Sejumlah saksi juga menerangkan di lokasi tersebut terdapat palang pintu yang terbuat dari bambu yang biasa dijaga oleh warga / Pak Ogah. Namun saat terjadi kecelakaan, palang pintu dalam keadaan terbuka tidak ada orang yang melakukan buka tutup palang pintu dilokasi tersebut,"ujar Deny.
Menurut keterangan saksi Dani Murdani, security Stasiun Haurpugur sekira jam 19.30 WIB, ia mendapat informasi ada dua orang penumpang motor tertabrak KA Commuter Line. Setelah mendatangi TKP, 2 korban dalam keadaan telungkup dan sudah meninggal. Sementara 1 unit Honda Beat berada samping rel dengan dan rusak berat.
Terkait kejadian tersebut, keluarga kedua korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menganggap kejadian ini adalah musibah dan takdir dari Allah SWT.
"Kedua keluarga korban pun membuat surat pernyataan keberatan untuk dilakukan autopsi. Surat pernyataan tersebut diserahkan ke pihak Polsek Rancaekek," tutup Deny.**
Author: Yayan Sofyan
Editor: Yayan Sofyan

